Asia

Dokumen Rahasia “Saudi Ciptakan Kerusuhan Iran Di Tahun 2009”

Salafynews.com, TEHERAN – Rangkaian file yang dirilis Pasukan Cyber Yaman dan juga telah dikirim kepada WikiLeaks  mengenai borok pemerintahan Saudi, beberapa diantaranya menjelaskan tentang upaya Saudi dalam menciptakan kerusuhan di Iran pada Juni 2009.

File yang berisi dokumen dari kementrian Luar Negeri Saudi dengan kode huruf “a” itu menunjukkan bahwa kedutaan Saudi di Teheran meminta kepada pejabat kerajaan untuk memicu kekacauan di Iran dengan meminta kerajaan agar menanamkan investasinya di beberapa media dan jaringan sosial Iran.

Dokumen-dokumen itu menunjukkan bahwa dubes Saudi di Teheran dalam surat kawatnya ke Riyadh meminta Saudi  untuk melakukan langkah-langkah guna membangkitkan kerusuhan di Iran dan membuka jalan untuk mengubah sistem politik negara.

Utusan Saudi itu juga menggarisbawahi dalam surat kawatnya bahwa masalah sistem politik Iran harus disorot melalui media dan jaringan sosial seperti Twitter dan Facebook.

slide_1753_23658_Kerusuhan_Iran_2009

Kerusuhan di kota Tehran-Iran 2009

Diplomat Saudi itu kemudian juga memerintahkan penggunaan media berbahasa Arab dan Persia dan juga warga sipil yang berbahasa Arab di wilayah Selatan dan Barat Iran sebagai alat  untuk tujuan yang sama.

Kementrian Luar Negeri Saudi di retas Pasukan Cyber Yaman pada bulan Mei lalu dan salinan informasi-informasi yang didapat kemudian dikirim ke FNA dan juga kepada website whistleblower WikiLeaks.

Akhir Mei lalu, Pasukan Cyber Yaman merilis sebagian kecil informasi-informasi serta dokumen-dokumen yang berhasil diretas dalam serangan cybernya terhadap Kemenlu, Kemenhan dan Kemendagri Saudi Arabia.

Menyusul peretasan pada bulan Mei, Pasukan Cyber Yaman kemudian mengirim salinan informasi yang didapat kepada FNA dan website whistleblower WikiLeaks.

“WikiLeaks merilis 60.000 dokumen pada hari Jumat dan berjanji untuk mengungkap sisanya dalam beberapa pekan mendatang, tapi kami berencana untuk merilis dokumen-dokumen itu dalam beberapa berita terpisah karena banyak dari mereka yang mengandung nama-nama warga negara asing yang sedang membutuhkan visa kunjungan ke Arab Saudi, misalnya untuk Haji serta ziarah. Nama-nama mereka telah disebutkan di antara agen Saudi. Jadi merilis daftar nama dan semua dokumen begitu saja, mungkin bisa menyakiti orang yang tidak bersalah dan tidak  melakukan apa-apa, yang kini sedang memerlukan visa dari kedutaan Saudi untuk melakukan ibadah haji, ” ungkap Seyed Mostafa Khoshcheshm ketua editorial FNA Inggris.

Sedangkan WikiLeaks melalui situsnya menyatakan bahwa mereka telah mendapatkan “harta karun” melimpah berisi ribuan dokumen yang dirilis oleh kelompok hacker “Yemeni Cyber Army” atau Pasukan Cyber Yaman. WikiLeaks juga merngumumkan bahwa pihaknya telah mengantongi lebih dari 500.000 dokumen dan akan mengungkap semuanya dalam beberapa pekan.

Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memberikan konfirmasi soal bocoran dokumen rahasia dari WikiLeaks itu. [ARN] 

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: KONSPIRASI SITUS-SITUS WAHABI DALAM KONTEK ISLAM DI NUSANTARA . | Bayt al-Hikmah Institute

  2. wababi sisapi

    June 23, 2015 at 2:53 pm

    Ha ha ha ha ha…………………………….bani saud keblingerr…………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: