Internasional

Dokumen Rahasia Ungkap Saudi dan Barat Danai Milisi Teror Suriah

Salafynews.com, RIYADH – Sebuah kabel Kementrian Luar Negeri Saudi yang berhasil diretas oleh Pasukan Cyber Yaman dengan jelas mengungkapkan bahwa, Riyadh, Washington, Paris, London, Ankara, Doha, Amman, Kuwait dan Abu Dhabi telah bersekutu dalam upaya menggulingkan Presiden Suriah Bashar Assad dari kedudukannya. Upaya negara-negara itu termasuk mendanai dan melatih teroris-teroris di Suriah agar lebih mudah melawan pemerintahan yang sah.

Dokumen yang dimulai dengan kata-kata “top secret” dan “mendesak” di bagian atas surat itu menunjukkan bahwa mantan Menteri Luar Negeri Saudi, Saud al-Faisal telah meminta kepada mantan Menteri Pertahanan, Salman bin AbdulAziz Al-Saud untuk memilih seseorang yang akan dijadikan utusan guna menghadiri pertemuan rahasia  2012  yang merupakan pertemuan negara-negara pendukung dan pemberi dana milisi-milisi pemberontak di Suriah yang terdiri dari Amerika Serikat, Turki, Perancis, Inggris, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Kuwait.

surat kawat mantan menlu saudi untuk mantan menhan

Sebelumnya sebuah dokumen yang dikeluarkan WikiLeaks dengan tahun yang sama, yaitu 2012 mengungkapkan bahwa Perancis mengajarkan taktik kepada Saudi bagaimana menggunakan taktik berpura-pura untuk berjanji akan menghormati hak-hak kaum minoritas di Suriah demi mendapatkan dukunga dari Vatikan, namun kemudian cara yang akhirnya digunakan Saudi itu tidak mempan untuk membeli dukungan Vatikan.

milisi teror

Akhir Mei lalu, Pasukan Cyber Yaman merilis sebagian kecil informasi-informasi serta dokumen-dokumen yang berhasil diretas dalam serangan cybernya terhadap Kemenlu, Kemenhan dan Kemendagri Saudi Arabia.

Menyusul peretasan pada bulan Mei, Pasukan Cyber Yaman kemudian mengirim salinan informasi yang didapat kepada FNA dan website whistleblower WikiLeaks.

Pasukan Cyber Yaman mengklaim berhasil meretas akses jaringan Kementrian Urusan Luar Negeri Saudi (MOFA) dan memiliki kendali penuh terhadap 3000 komputer, server-servernya dan juga ribuan penggunanya. Mereka juga mengklaim memiliki akses terhadap email-email yang berisi informasi baik personal ataupun informasi-informasi dari ribuan staff dan diplomat dalam berbagai misi mereka di seluruh dunia. [FNA/SFA]

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Monarki Saudi Khianati Islam Taati Zionis | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: