Internasional

Dokumen Rahasia Ungkap Taktik Saudi Gulingkan Bashar Assad Suriah

Salafynews.com, RIYADH – Salah satu dokumen yang dirilis asukan Cyber Yaman setelah meretas Kemenlu Saudi Mei lalu, mengungkap bahwa Saudi Arabia berusaha menyatukan semua oposisi Suriah untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Asad. Upaya Saudi ini mendapat bimbingan dan pengarahan oleh Prancis.

Dokumen 1

Dokumen 1

Dokumen 2

Dokumen 2

Dokumen rahasia itu mengungkap bahwa Saudi Arabia mengirim utusan ke Vatikan pada tahun 2012 untuk bertemu dengan Menlu Vatikan, Dominique Mamberti guna meyakinkan pemimpin gereja Katolik dunia tersebut untuk mau memberikan dukungan kepada pihak oposisi-oposisi  dalam perang militan melawan pemerintah Suriah dengan menjanjikan bahwa rezim berikutnya tidak akan membantai kaum minoritas di Suriah setelah kejatuhan pemerintahan Assad.

Dokumen yang dimulai dengan kata “Rahasia” dan “Penting” di bagian atas, menunjukkan pemerintahan Saudi telah berusaha untuk menyatukan oposisi-oposisi Suriah untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.

Bashar Assad

Presiden Suriah Bashar Assad

Sebelumnya, dalam dokumen rahasia yang bocor itu juga, diperlihatkan bagaimana Prancis mengajarkan taktik ini kepada Saudi  dengan meminta sedikitnya dua kali kepada Saudi agar berpura-pura untuk menunjukkan penghargaan terhadap hak-hak minoritas demi meyakinkan minoritas etnik dan agama agar kaum minoritas itu mau menarik dukungannya kepada pemerintahan Damaskus.

Dokumen-dokumen itu juga menunjukkan Vatikan telah dengan sopan menolak permintaan utusan Saudi untuk memberi dukungan  terhadap oposisi Suriah namun meminta perluasan hubungan bilateral dengan Riyadh.

Yang menjadi ironi adalah, janji Riyadh  yang disampaikan mengenai para milisi di Suriah akan menunjukkan rasa hormat pada hak-hak kaum minoritas setelah Vatikan mau memberi dukungan terhadap perang melawan Damaskus itu datang seiring dengan terus-menerusnya  pejabat-pejabat Saudi mengkampanyekan hukuman mati sepanjang abad ini.

Menengok peristiwa terkini, para milisi yang didukung Saudi untuk menggulingkan Bashar Assad justru terbukti telah  membunuh semua minoritas baik muslim maupun non muslim di Suriah dan Irak di tahun-tahun berikutnya.

Akhir Mei lalu, Pasukan Cyber Yaman merilis sebagian kecil informasi-informasi serta dokumen-dokumen yang berhasil diretas dalam serangan cybernya terhadap Kemenlu, Kemenhan dan Kemendagri Saudi Arabia.

Menyusul peretasan pada bulan Mei, Pasukan Cyber Yaman kemudian mengirim salinan informasi yang didapat kepada FNA dan website whistleblower WikiLeaks. Pasukan Cyber Yaman mengklaim berhasil meretas akses jaringan Kementrian Urusan Luar Negeri Saudi (MOFA) dan memiliki kendali penuh terhadap 3000 komputer, server-servernya dan juga ribuan penggunanya. Mereka juga mengklaim memiliki akses terhadap email-email yang berisi informasi baik personal ataupun informasi-informasi dari ribuan staff dan diplomat dalam berbagai misi mereka di seluruh dunia. (FNA/SFA/LM)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Mengakhiri Konflik Berkepanjangan, Suriah Segera Lakukan Pilpres dan Pileg | VOA ISLAM NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: