Internasional

Dokumen Wikileaks Otentik Bantah Jubir Wikileaks Ke Riyadh

Salafynews.com, RIYADHHingga kini, hampir 70.000 bocoran dokumen berisi rahasia diplomatik pemerintahan Saudi  yang telah diverivikasi keasliannya telah diterbitkan oleh WikiLeaks. Hal ini diungkapkan juru bicara WikiLeaks, Kristinn Hrafnsson.

Pernyataan ini dikeluarkan Hrafnsson untuk menanggapi isu pernyataan Kementrian Luar Negeri Saudi dalam akun twitternya yang memperingatkan dan melarang warganya untuk membaca dan membagikan dokumen-dokumen bocoran dari WikiLeaks tersebut dengan alasan kemungkinan  dokumen-dokumen itu “palsu”. Baca Saudi larang Warganya Baca Dokumen Rahasia Wikileaks

“Sungguh menarik jika mereka mengatakan dokumen-dokumen itu palsu… tanpa menyebut persis dokumen yang mana satu pun. Di sisi lain, tentu saja para jurnalis kami sudah memastikan ke otentikan dari sekian banyak dokumen yang kami garap tersebut,” ungkap Hrafnson dalam sebuah interview dengan RT.

Website WikiLeaks hingga kini telah merilis hampir 70.000 dokumen-dokumen rahasia Saudi, termasuk komunikasi-komunikasi kedutaan besar dan laporan-laporan dari negara-negara lain yang kebanyakan ditulis dalam bahasa Arab.

Jubir WikiLeaks Kristinn Hrafnsson

Jubir WikiLeaks Kristinn Hrafnsson

WikiLeaks menyatakan akan menerbitkan lebih dari 500.000 dokumen diplomatik Saudi, termasuk yang “super rahasia” yang didapat dari badan intellijen kerajaan dan kemendagri, ke  internet minggu-minggu ke depan.

“Biar saya ingatkan kepada anda bahwa ini hanyalah permulaan,” ungkap Hrafnson, menambahkan bahwa karena dokumen-dokumen tersebut berbahasa Arab maka membutuhkan waktu lebih lama bagi medianya untuk menggarap material berita.

Hrafnsson mengatakan dokumen-dokumen yang terbaru mengungkap indikasi bahwa Saudi ingin meluaskan pengaruhnya di wilayah Timur Tengah.

“Kami melihat bagaimana uang minyak  Saudi digunakan untuk meningkatkan pengaruh Saudi Arabia yang sangat substansif, tentu saja dengan bersekutukan Amerika dan Inggris. Diantaranya melalui  perang kepada negara tetangganya, Yaman,” tambah Hrafnsson.

Saudi Arabia  melancarkan serangan udara atas Yaman sejak 26 Maret tanpa izin dari PBB. Juru bicara Dewan HAM PBB, Rupert Colville mengatakan pada 16 Juni yang lalu bahwa setidaknya ada 1.412 penduduk sipil Yaman, termasuk 210 wanita tewas dan 3.423 lainnya mengalami luka-luka semenjak dimulainya agresi Saudi.

Pada bulan Mei lalu, pemerintah Saudi menyatakan bahwa jaringan komputernya telah dibobol. Kemudian, sebuah kelompok yang menamakan dirinya Pasukan Cyber Yaman mengklaim sebagai pelaku peretasan tersebut.

Kerajaan Saudi selama ini dikenal sangat sensitif terhadap kritik publik. Pihak kerajaan telah memenjarakan begitu banyak aktifis karena menyuarakan kritik pada dinasti Al-Saud. Pihak kerajaan juga secara ketat memberlakukan kendali atas media setempat. (SFA/LM)

1 Comment

1 Comment

  1. wababi sisapi

    June 24, 2015 at 11:39 am

    Sekarang Saudi lagi telanjang bulat tak sehelai informasi rahasia yg tersisa. kwk kwk kwk kwk kwk……….malunya gak ketolongan dan super sibuk menutup aurat yg sudah nampak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: