Amerika Latin

Dua Wartawan AS Hadapi Tuntutan Karena Meliput Kerusuhan Ferguson AS

MISSOURI, Arrahmahnews.com – Wartawan The Washington Post, Wesley Lowery dan Huffington Post, Ryan J.Reilly dituntut oleh jaksa penuntut umum St Louis County karena dianggap telah mengganggu petugas kepolisian saat tengah bertugas mengatasi demonstrasi dan kerusuhan di wilayah Ferguson tahun lalu.

Kerusuhan Ferguson

Wartawan yang ditangkap tahun lalu itu sebelumnya telah dilepaskan. Namun kini setelah satu tahun, panggilan sidang untuk keduanya datang pada tanggal 6 Agustus lalu. Dan meminta wartawan tersebut  untuk menghadiri persidangan pada tanggal 24 Agustus nanti.

Kedua outlet berita tempat mereka bekerja telah memberi pernyataan pembelaan terhadap kedua jurnalisnya yang ditangkap ketika bertugas didalam salah satu restaurant McDonalds di wilayah Ferguson, Missouri.

Martin Baron, editor eksekutif Washington Post membela jurnalisnya Mr.Lowery dalam pernyataannya,

“Menuntut seorang wartawan dengan alasan pelanggaran dan mengganggu tugas polisi padahal ia  hanya sedang menjalankan tugasnya itu sungguh keterlaluan,” ungkapnya pada hari Senin (10/8) kemarin.

“Kalian harus berpikir bahwa otoritas penegak hukum seharusnya bertindak masuk akal mengenai hal ini. Wes Lowery seharusnya tidak pernah di tahan dari awal. Ini adalah sebuah penyalah gunaan wewenang oleh pihak kepolisian.”

Sedang pihak Huffington Post dalam responnya terhadap tuntutan atas Mr Reilly menyatakan, “The Huffington Post mengutuk tuduhan yang diajukan oleh St Louis County Justice terhadap wartawan kami, Ryan J. Reilly, saat meliput aksi protes di Ferguson tahun lalu. Ryan memiliki dukungan penuh dari Huffington Post dalam melawan tuntutan ini.

“Hampir setahun yang lalu, Ryan sedang bekerja menggunakan laptopnya disebuah restoran cepat saji McDonalds didekat terjadinya kerusuhan di Ferguson, Missouri. Dan sebuah tindakan kriminal telah dilakukan di restoran McDonalds tersebut, bukan oleh wartawan, tapi oleh petugas kepolisian setempat yang telah menyerang kedua wartawan, Ryan dan Wesley Lowery dari the Wshington Post  dalam insiden penangkapan dengan kekerasan tersebut.”

“Setidaknya kita tahu bagaimana St Louis County mengajukan tuntutan. Jika Wesley Lowery dan Ryan J Reilly bisa dituntut  padahal kejadiannya disaksikan oleh seluruh negeri, bayangkan apa yang akan terjadi jika kejadian terjadi saat tak ada yang melihat,”demikian pembelaan diajukan pihak Huffington Post.

Kerusuhan di Ferguson merebak tahun lalu lantaran dipicu kesewenang-wenangan aparat menembak seorang remaja kulit hitam bernama Michael Brown. Ia dan temannya tengah berjalan-jalan ketika  tiba-tiba aparat mengarahkan senjata padanya. Brown mengangkat tangan dan seketika terhujam peluru yang  dimuntahkan dari pistol polisi padahal dia tidak bersenjata. Kemarahan warga, terutama mereka yang berkulit hitam memuncak dan gelombang demonstrasi besar-besaran melanda kota.

Satuan kepolisian anti huru-hara bertindak keras terhadap para demonstran termasuk dengan menembakkan gas air mata. Beberapa jam setelah tembakan gas air mata/dua wartawan yang bekerja di Ferguson, Wesley Lowery dari suratkabar the Washington Post dan Ryan J. Reilly dari The Huffington Post, ditangkap ketika tengah duduk di sebuah restoran cepat saji. Kedua wartawan itu mengatakan polisi yang mengenakan perlengkapan anti huru-hara dan membawa senjata serbu memasuki restoran itu dan memerintahkan seluruh pengunjung untuk keluar. Lowery dan Reilly mengambil beberapa foto dan video insiden itu dengan telefon genggam mereka dan memasangnya di Twitter. (SFA/LM/independent.uk)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: