Nasional

Dukung HTI Anti Pancasila, Walikota Bogor ‘Bima Arya’ Digerebek 25 Ormas

12 Februari 2016,

SALAFYNEWS.COM, BOGOR – Gerakan Rakyat Untuk Pancasila (GRUP) mendeklarasikan gerakan penolakan rezim pencitraan. Gerakan yang dimotori oleh 25 ormas Kota Bogor ini mengecam aksi Walikota Bogor, Bima Arya yang hadir sekaligus meresmikan gedung baru Hisbut Tahrir Indonesia (HTI), Senin (8/2/2016) lalu. Langkah tak pantas dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendapatkan respon dari berbagai unsur organisasi masyarakat di kota Bogor, diantaranya adalah GP Anshor, DPD KNPI Kota Bogor, FAM IPB, IPNU-IPPNU dan organisasi lain yang berjumlah 25 organisasi masyarakat. (Baca: INDONESIA DARURAT .. Bendera Negara Khilafah Dipajang dalam Peresmian Kantor HTI yang Dihadiri Walikota Bogor Bima Arya)

Walikota Bogor Bima Arya Resmikan Kantor HTI (08/02)

Mereka menyampaikan pernyataan sikapnya di Taman Topi kota Bogor (11/2) dengan mengutuk keras keputusan Wali Kota Bogor meresmikan kantor Hizbut Tahrir Indonesia di Kota Bogor. Hal tersebut dilakukan karena menurut GRUP, HTI bermaksud untuk mendirikan Khilafah dan tidak mengakui NKRI yang berdasarkan Pancasila. GRUP juga menolak aksi walikota yang seakan-akan terus melakukan pencitraan atas dirinya. (Baca: Coreng Pluralisme Walikota Bogor ‘Bima Arya’ Dipanggil Komnas HAM)

“Masih banyak kasus yang lebih penting, tapi dia (walikota) malah pencitraan terus, ini semata-mata hanya mengejar jabatan yang lebih tinggi,”kata Imron saat konferensi pers GRUP di Plaza Kapten Muslihat Taman Topi Kecamatan Bogor Tengah,  Kota Bogor, Kamis (11/2/2016)  siang. Mereka menilai, bahwa walikota Bogor telah mengkhianati Pancasila dan UUD.

Bima Arya

“Ini berarti Bima Arya mendukung perbuatan makar atas NKRI,” tegas Romi. “Dan ini jelas-jelas melanggar sumpah jabatan, melanggar konstitusi dan melanggar cita-cita pendiri negara ini.”

Selanjutnya, GRUP bertekad melakukan langkah konstitusional dengan menyuarakan aspirasi mereka kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat, pada hari Senin mendatang dan mendorong DPRD Bogor menggunakan hak interpelasi atau hak angket mereka terhadap Bima Arya, ” tutup Imron.

Unjuk Jari Ala Khilafah

Sementara untuk mereka yang berada di HTI, Romi meminta mereka untuk membaca ulang lagi sejarah bangsa ini.

** WASPADA, Jaringan Teroris Santoso POSO Masuk Bogor

** Surat Terbuka Wakil Ketua PCI NU AS Protes Bima Arya Karena Tak Hormati Kesyahidan Cucu Nabi

** “ANNAS” Organisasi Intoleran Catut Nama Nu Ajak Musuhi Kelompok Lain

** Denny Siregar: Bongkar Kebusukan Kelompok “ANNAS” Zombie Berwajah Islam

** Kekhilafan Bima Arya, Petaka Konstitusi, NKRI dan Toleransi

Harapan terakhir disampaikan Romi untuk warga Bogor agar selalu waspada terhadap gerakan-gerakan yang ada di sekitar mereka, yang mengatasnamakan agama namun bertujuan mengganggu keutuhan NKRI.

“Kami meminta warga Bogor mewaspadai gerakan-gerakan yang mengatasnamakan agama yang tujuannya hanya ingin merongrong NKRI,” pungkas Romi. (SFA/Berbagai Sumber)

1 Comment

1 Comment

  1. la pendos

    May 6, 2016 at 6:53 am

    ketika ada pejabat yg menghadiri hut kemerdekaan israel ormas ormas ini diem aja gak berisik padahal sama menghianati konstitusila pe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: