Asia

Duterte: Teroris Abu Sayyaf Bangun ke Khalifahan di Asia Tenggara

Sabtu, 17 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, MANILA – Presiden Filipina yang terkenal dengan julukan “The Punisher” Rodrigo Duterte menyebut kelompok teroris Abu Sayyaf bertekad membentuk kekhalifahan di kawasan Asia Tenggara. Hal ini ungkapkan oleh Duterte yang semakin memperkuat posisinya melawan kelompok yang banyak mendalangi penculikan demi meraup uang tebusan di Filipina bagian selatan. (Baca: Ledakan Bom Dahsyat di Kampung Halaman Presiden Filipina, Rodrigo Duterte)

Duterte yang dikenal keras ini sebelumnya mengancam akan memakan hidup-hidup para anggota teroris Abu Sayyaf, untuk membalas serangan bom di kota kelahirannya, Davao, akhir Agustus lalu yang menewaskan 15 orang. Duterte menegaskan, Abu Sayyaf kini tak lagi hanya mengejar uang dari tindakan kriminalnya.

Beberapa faksi kelompok Abu Sayyaf di Filipina bagian selatan telah menyatakan sumpah setia pada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Namun para pengamat menyebut Abu Sayyaf hanya tertarik pada uang tebusan, daripada ideologi radikal ISIS. (Baca: Menhan: Ricardo Duterte Akan Habisi Abu Sayyaf Jika Tidak Menyerah)

Abu Sayyaf merupakan kelompok radikal yang muncul di tengah pemberontakan separatis di wilayah selatan Filipina. Pemberontakan itu telah merenggut lebih dari 120 ribu nyawa sejak tahun 1970-an.

Secara terpisah, Departemen Pertahanan Filipina menyatakan sebenarnya tidak ada keterkaitan formal antara Abu Sayyaf dengan ISIS, yang merajalela di Irak dan Suriah. “Mereka (Abu Sayyaf-red) terinspirasi ISIS dan tidak benar-benar didukung ISIS. Mereka hanya ingin menjadi seperti ISIS,” sebut juru bicara Departemen Pertahanan Filipina, Arsenio Andolong, kepada AFP. (Baca: Cerita Tragis Seorang Ibu Tentara Filipina Tentang Abu Sayyaf Penggal Kepala Anaknya)

Duterte awalnya berniat memulai kembali perundingan damai dengan dua kelompok pemberontak terbesar di Filipina sejak dia menjabat pada 30 Juni lalu. Awalnya, Duterte juga berniat mengusulkan perdamaian dengan Abu Sayyaf, namun kemudian berbalik melawannya dan menyebutnya teroris.

Bulan lalu, Duterte meluncurkan operasi militer melawan Abu Sayyaf dengan memerintahkan penghancuran mereka. Ribuan tentara Filipina dikerahkan ke markas Abu Sayyaf di Pulau Jolo dan Basilan, hingga memicu pertempuran yang menewaskan 15 tentara dan 32 militan Abu Sayyaf. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: