Artikel

Fakta Media Radikal Pro Teroris Hancurkan Islam dan NKRI

09 April 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin, Islam adalah agama damai, namun saat ini citra Islam dirusak oleh kelompok Khilafah yang atas namakan kejahatannya dengan memakai nama Islam, salah satu tokoh pemerhati gerakan Khilafah dan Teroris Ustad Abu Janda Al-Boliwudi menulis sebuah kritikan yang membongkar kejahatan kelompok Khilafah berbaju Islam, simak tulisannya:

BODOH PENYEBAB ISLAMOPHOBIA

Adalah KEBODOHAN oknum Muslim sendiri yang menyebabkan “Islamophobia” (fobia terhadap Islam). di satu sisi, marah tidak terima Islam dikaitkan dengan terorisme, tapi di sisi lain memanggil Nusrah, ISIS, Abu Sayyaf sebagai seorang pejuang Islam “Mujahidin”. (Baca: Arrahmah Media Milik Teroris Al-Qaeda)

Berikut ini adalah SCREENSHOOT headline media-media Wahabi pro Teroris seperti Arrahmah dot com, VoaIslam dot com, Panjimas dan Kiblat menyebut Abu Sayyaf “Mujahidin” (pejuang Allah).

Media radikal Pro Teroris

Ini adalah PARADOKS karena di satu sisi menolak Stigma “Islam agama teroris” tapi di sisi lain merayakan pembunuhan keji yang dilakukan Al-Qaeda, ISIS, Abu Sayyad bak “pahlawan”.. apa ini kalau bukan bodoh?

Analogi mudahnya seperti ketika seorang ayah yang punya anak pencuri, alih-alih menasehati anaknya agar tidak mengulangi, sang ayah malah menyemangati anaknya untuk mencuri lagi, lalu marah besar saat ada yang menyebut anaknya “Pencuri” <= ‪#‎Bodoh. (Baca: Siasat Kelompok dan Media Radikal, Syiahkan dan Liberalkan Ulama Aswaja)

Ilmuwan Albert Einstein pernah berkata, “Cerdas itu ada batasnya, tapi dungu tak mengenal batas.”, sangat cocok untuk menjelaskan situasi seperti ini.

STOP BIKIN PERBANDINGAN BODOH

Kedunguan kedua yang dilakukan oknum muslim ketika berhadapan dengan situasi terorisme, bukannnya mengakui memang ada masalah internal islam, malah berpolemik membuat perbandingan bodoh seperti..

“Siapa yang mulai Perang Dunia 2 ?”

“Siapa yang jajah Palestina duluan?”

Ini sama saja memberikan justifikasi (pembenaran) MENGAKUI bahwa yang dilakukan oleh para teroris “Sudah Benar” dalam rangka aksi pembalasan. Sama sekali tidak membantu mengurangi “Islamophobia”, sebaliknya malah hanya akan membuatnya bertambah parah. (Baca: “Hasutan Sektarian” Modal Media Radikal dan Wahabi)

Apapun alasannya terorisme itu TIDAK BENAR. Mengapa? Karena Al-Qaeda, Nusrah dan ISIS tidak pasang bom di Gedung Putih, tidak pasang bom di Kantor PBB, tidak pasang bom di Markas NATO, tidak pasang bom di gedung Uni Eropa, simbol-simbol “imperialis barat”.

Al-Qaeda, Nusrah dan ISIS pasang bom di pusat keramaian yang di dalamnya tidak ada satu pun orang yang bertanggung jawab akan apa yang terjadi di Palestina, Afghanistan atau Irak, malah mereka membunuh para wanita dan anak-anak sipil TAK BERDOSA.

Ini sudah cukup alasan untuk mengutuk terorisme meskipun mereka seiman.

GLORIFIKASI TERORISME LEWAT

“MATI TERSENYUM JASAD WANGI”

Kedunguan ketiga adalah ketika secara sadar atau tidak sadar melakukan Glorifikasi. Glorifikasi adalah sikap pemujaan, memberikan pujian, memberikan penghargaan dan meninggikan nilai. (Baca: Fakta Penembakan Siyono, Bukti Media Radikal Pro Teroris dan Serang POLRI)

“Subhanallah, matinya tersenyum”

“Masyaallah, jasadnya masih wangi”

Berapa kali kita sudah dengar puja-puji semacam ini? Berapa artikel yang diterbitkan oleh media-media Wahabi tersebut di atas yang bertajuk seperti ini? Tak terhitung banyaknya. (Baca: Denny Siregar Bongkar Propaganda Busuk Kelompok Radikal dan Liberal)

Sayangnya ditelan mentah-mentah oleh oknum Muslim yang tidak cukup cerdas untuk mencerna ini adalah bentuk GLORIFIKASI, memberikan pujian, penghargaan dan meninggikan nilai dari aksi terorisme.

Memuja muji jasad teroris yang telah mati hanya akan memperparah fobia terhadap Islam karena secara tidak langsung kita menganggap teroris adalah pahlawan.

AKUI ADA MASALAH INTERNAL

Ratusan jiwa telah melayang akibat serangan teror dari tragedi Bom Bali sampai Sarinah Jakarta. Hanya BINATANG BIADAB yang akan menyebut semua itu hanya “rekayasa” tanpa peduli perasaan keluarga korban yang ditinggalkan. (Baca: Arrahmah Media Anti Pancasila dan Pro Teroris Kenapa BIN Menutup Mata?)

Fakta TerorisBerteori konspirasi serangan-serangan teror adalah “rekayasa” juga hanya akan menimbulkan KEBENCIAN terhadap Islam, karena mencitrakan umat Muslim sebagai binatang biadab yang tak mampu bersimpati, tak mampu berempati. (Baca: Abu Janda Al-Boliwudi: Kelompok Khilafah, Wahabi, Teroris Serang Pemerintah, TNI dan POLRI)

Sudah waktunya kita umat Muslim berhenti menyalahkan faktor eksternal di luar Islam, dan MENGAKUI memang ada masalah di internal Islam, yakni adanya aliran ekstrim yang dianut oleh Al-Qaeda, Nusrah, ISIS, Boko Haram. (Baca: Inilah Misteri Kelompok Khilafah Anti NKRI Serang Densus 88 dan NU)

AKUI masalah tersebut nyata adanya, lalu bersama-sama KUTUK dan TOLAK Terorisme. Tolak aliran ekstrim yang mengajarkan menghalalkan darah orang seenaknya, mengkafir-kafirkan seenaknya, karena mengkafirkan adalah AKAR TERORISME. Hanya dengan ini, umat Muslim bisa membebaskan Islam dari Stigma “Agama Teroris”. KECUALI bila memang diam-diam di dalam hati mengakui Al-Qaeda, Jabhah Nusrah, ISIS sebagai “Mujahidin” (pejuang Allah).. Bila demikian adanya, JANGAN MEWEK kalau islam selalu dikaitkan dengan terorisme. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Abu Janda Al-Boliwudi

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pejabat Rusia Serukan Kontrol Media Radikal | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: