Eropa

Fan Fanatik Liverpool Ikut Teroris ISIS

25 Januari 2016,

SALAFYNEWS.COM, LIVERPOOL – Terungkap bahwa Jack Letts adalah pemuda berkulit putih pertama Inggris yang bergabung dengan organisasi teroris ISIS, dia anak seorang petani dari kelas menengah daerah Oxford.

Jack mengubah namanya menjadi Ibrahim setelah bergabung dengan ISIS, julukannya Abu Muhammad, secara diam-diam Jack pergi ke Suriah pada bulan September 2014 ketika masih berusia 18 tahun, ia mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia akan melakukan perjalanan ke Kuwait untuk mempelajari bahasa Arab.

Menurut informasi yang sampai pada surat kabar Inggris “Daily Mail”, menyebutkan bahwa Jack merupakan jihadis yang biasa berperang di garis depan dan tergolong diantara anggota kelompok yang paling bengis, setelah meninggalkan Suriah kini ia tinggal bersama istrinya yang berasal dari Irak dan anaknya di kota Fallujah.

Jack pernah belajar di salah satu sekolah di Oxford, ia adalah olahragawan dan merupakan penggemar fanatik klub sepakbola Liverpool, ia dikenal sebagai “humoris kelas” yang disenangi di kalangan teman-temannya, sebelum masuk Islam ia biasa minum alkohol dan menghisap ganja di beberapa kesempatan. Ayahnya adalah seorang petani sementara ibunya adalah editor dan penulis, sebelum ia pergi ke Suriah ia memberitahu kedua orang tuanya bahwa ia akan pergi ke Kuwait untuk belajar bahasa Arab, namun sebenarnya ia sudah memiliki rencana yang matang untuk bisa sampai ke Suriah melalui kontak dengan salah satu penghubung dari jaringan organisasi teroris melalui jejaring sosial, sesampainya disana ia berjumpa dengan kawannya yang sudah bergabung lebih dulu ke dalam jajaran ISIS ia dikenal dengan Omar Hussein, meski ia berusaha menyembunyikan identitasnya namun beberapa foto dirinya tersebar luas di internet  sedang membawa senjata milik organisasi teroris di Suriah, diberitakan oleh kantor berita Addiyar (24/01).

Perhatian Jack ke timur tengah dimulai pada tahun 2011, ia mulai belajar bahasa Arab dan rajin pergi ke Masjid yang dekat dengan rumahnya, kemudian ia masuk Islam dan merubah namanya menjadi Ibrahim, sebelum masuk Islam ia adalah seorang atheis dan tidak peduli dengan agama Kristen. Hubungannya dengan teman-temannya di jejaring sosial adalah penyebab perubahan dirinya menjadi ekstremis. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: