Umum

Fanatisme Adalah Seruan Jahiliyah

Salafynews.com – Larangan Fanatik Golongan- Dari ‘Amr bin Dinar rahimahullah dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata:

كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى غَزَاةٍ فَكَسَعَ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ رَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ فَقَالَ الأَنْصَارِىُّ يَا لَلأَنْصَارِ وَقَالَ الْمُهَاجِرِىُّ يَا لَلْمُهَاجِرِينَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا بَالُ دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَسَعَ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ رَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ. فَقَالَ « دَعُوهَا فَإِنَّهَا مُنْتِنَةٌ »

”Dahulu kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di Gaza, Lalu ada seorang laki-laki dari kaum Muhajirin yang memukul pantat seorang lelaki dari kaum Anshor. Maka orang Anshor tadi pun berteriak: ‘Wahai orang Anshor (tolong aku).’ Orang Muhajirin tersebut pun berteriak: ‘Wahai orang Muhajirin (tolong aku).’

Fanatik Buta

Fanatik Buta

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Seruan Jahiliyyah macam apa ini?!’ Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, seorang Muhajirin telah memukul pantat seorang dari kaum Anshor.’ Beliau SAW bersabda: ‘Tinggalkan hal itu, karena hal itu adalah busuk atau buruk.” (HR. Al Bukhari)

Hadits di atas adalah salah satu dalil tentang larangan ta’ashub atau fanatik terhadap golongan, partai, ormas, suku atau kelompok. Akan bertambah murka Allah apabila seseorang tersebut fanatik terhadap sebuah kelompok bathil dan sesat.

Dan Nabi kita yang mulia, Rasulullah SAW mengkategorikan fanatisme tersebut sebagai seruan Jahiliyah. Semoga kita semua dijauhkan Allah dari sifat fanatik atau ta’ashub atau ashobiyyah. Aamiin.[SFA/Muhammad]

Sumber : KompasIslam

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: