Artikel

Financial Times: Masa Keemasan Perekonomian Saudi Telah Berakhir

saudi-bangrut

Jum’at, 25 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Surat kabar Inggris “Financial Times”, kamis (24/11), mengatakan bahwa bulan madu untuk wakil putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah berakhir dengan dimulainya reformasi yang keras di negara itu, laporan ini juga menyebutkan bahwa para pengusaha di negara itu sedang gelisah setelah baru-baru ini diketahui bahwa melemahnya kemampuan keuangan Saudi untuk membayar tagihan utang mereka. (Baca: “Dekrit” Kebangkrutan Saudi)

Surat kabar itu menerbitkan sebuah artikel tulisan Simon Kerr berjudul “akhir bulan madu Emir Saudi dengan dimulainya tahap reformasi yang keras di negara itu”, artikel tersebut fokus pada masalah pengangguran di Arab Saudi. Dalam artikel tersebut Simon Kerr menceritakan ketika ia bertemu dengan seorang supir taksi bernama Ahmed, yang sebelumnya telah pergi ke Amerika Serikat dalam program pertukaran pelajar sebagaimana ratusan ribu pemuda Saudi lainnya.

Perlu diketahui, Ahmad telah belajar teknik mesin di AS dan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk pelatihan, ia mengatakan bahwa dirinya tidak mendapatkan pekerjaan ketika ia kembali ke Arab Saudi dan ia terpaksa harus bekerja sebagai sopir taksi ilegal di bandara. Dan ia terus menerus merasa ketakutan bertemu polisi yang akan menangkapnya dan menjatuhkan denda padanya, seperti dikutip oleh kantor berita AlMaaloomah (24/11).

Ahmad yang berusia 30 tahun ini mengatakan bahwa “situasi perekenomian di negara ini benar-benar buruk, tidak ada lahan pekerjaan yang memadai”.. ia juga mengatakan, “semua teman-teman saya mengutuk hasil kerja pemerintah”.

Penulis artikel ini juga mengutip dari salah satu pekerja Saudi di sektor publik yang mengatakan bahwa “kepercayaan para pengusaha pada pemerintah mulai goyah setelah baru-baru ini diketahui ketidakmampuan pemerintah dalam membayar tagihan utang mereka, yang akhirnya pemerintah mengambil jalan pintas dengan memotong banyak hak-hak istimewa bagi karyawan di sektor publik, ditambah intervensi Saudi di Yaman yang mengeluarkan biaya sangat besar, dan telah menghabiskan banyak uang dan para pemuda. (Baca: BANGKRUT! Kerajaan Saudi Telat Bayar Tunggakan Hutang ke Swasta)

Sementara itu, seorang pegawai Saudi juga mengatakan bahwa “zaman keemasan Saudi telah berlalu”. Ia menambahkan bahwa ia tidak lagi mendengar kabar-kabar baik dari pemerintah saat ini, pemerintah hanya fokus pada kondisi ekonomi dan peperangan di Yaman.

Artikel ini melanjutkan dengan mengatakan, “ada kegelisahan yang muncul dari situasi ekonomi yang kian memburuk di Arab Saudi, dan hal ini telah menambah banyak tekanan kepada wakil putra mahkota Saudi, pangeran Mohammed bin Salman yang mencetuskan “Visi Saudi 2030” yakni berakhirnya ketergantungan Arab Saudi pada minyak dan pengembangan di sektor swasta untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi pemuda Saudi.

Meskipun Saudi menyadari pentingnya visi ini, tetapi dampak harga minyak dunia tetap memiliki efek negatif pada perekonomian dalam negeri Saudi. (Baca: Laporan AS: Saudi Mendekati Kehancuran Total)

Selain itu, seorang guru di Saudi bernama Nasser mengatakan dalam sebuah wawancara dengan penulis artikel ini bahwa gaji bulanannya telah turun sebesar 7% dan menjadi $ 1.400 per bulan, dan pemotongan tunjangan keuangan yang diterapkan kepada para karyawan Saudi di sektor publik mencapai 27 miliar dolar.

Penulis artikel ini juga mengungkapkan bahwa, “terdapat laporan-laporan yang menginformasikan bahwa pangeran Mohammed telah membayar 500 juta euro hanya untuk membeli sebuah kapal pesiar, dan hal ini telah menyebabkan banyak kritikan dan celaan yang diarahkan kepadanya”. (Baca: Bin Salman Beli Kapal Pesiar Super Mewah “Serene” Senilai $550 Juta : Video)

Pada bagian akhir artikel ini disebutkan bahwa “banyak dari orang kaya Saudi yang memindahkan miliaran dolar ke luar dari Saudi setelah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi yang kian memburuk di negara ini”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: