Nasional

Fitriyah TKW Asal Indonesia Ungkap Penganiayaan Majikannya

12 April 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia diduga diperlakukan secara kejam oleh kedua majikannya. Wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga ini mengungkapkan apa saja penyiksaan oleh majikannya yang telah dialaminya pada pengadilan, Kamis (7/4/2016) lalu.

Kepada pengadilan dia mengatakan, majikan laki-lakinya menjanjikan akan membayar gajinya selama dua tahun dan membelikannya sebuah tiket pesawat pulang jika dia mau membantunya. (Baca: Pembantu 58 Tahun Asal India Dipotong Lengannya Oleh Sang Majikan Saudi)

Wanita bernama Fitriyah (33) mengatakan, hal itu terjadi ketika ia berada di dalam mobil majikannya Tay Wee Kiat saat berada dekat Khatib di mana ayah Tay tinggal.

Dia lalu mengatakan hal itu kepada polisi dan Departemen Tenaga Kerja petugas di kamarnya. “Dia mengatakan kepada saya agar tidak memberitahu petugas bahwa dia memukul saya dan memukul Moe Moe Than. Dia juga mengatakan, Moe Moe lah yang bersalah karena tidak bisa bekerja dan merawat anak-anak,” katanya.

Dia mengatakan, Tay yang bekerja sebagai seorang manajer TI, mengatakan kepadanya bahwa jika ia membantunya, ia akan membayar gajinya penuh dan membelikannya sebuah tiket pesawat untuk kembali ke Indonesia. Tay pergi menjemput Fitriyah dari rumah ayahnya. Tay ingin Fitriyah membantunya dalam penyelidikan kasus yang terjadi pada 12 Desember 2012. Dia dilaporkan Than ke polisi atas tuduhan pelecehan dan tindak kekerasan terhadap pembantu.

Than saat ini telah kembali ke Singapura dari tempat asalnya Yangon, Myanmar, tak lama setelah dia dipulangkan setelah bekerja untuk Tays selama 10 bulan pada tahun 2012. Dia mengatakan, dirinya sengaja kembali ke Singapura karena dia ingin melaporkan pengusaha keji itu dan tidak ingin orang lain mengalami kejadian serupa seperti apa yang ia alami. (Baca: Diplomat Cabul Saudi Melarikan Diri dari India Setelah Terjerat Kasus Pemerkosaan TKW Nepal)

Saat ditanyakan oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum, Kumaresan Gohulabalan, bagaimana reaksinya ketika dia mendengar majikannya, Tay mengatakan hal-hal itu kepadanya. Kepada jaksa, Fitriyah mengatakan saat itu dia berpikir, jika dia setuju untuk membantunya, maka dia akan bisa bertemu dengan petugas dan mengeluhkan apa yang dialaminya. Namun dalam kenyataannya, dia sebenarnya dia tidak ingin mendengarkan perkataan Tay. Dia sengaja berbohong kepada majikannya dengan mengatakan bahwa dia akan membantu. Dan benar apa yang ia pikirkan. Begitu tiba di rumah majikannya dia melihat dua petugas dari kepolisian dan dan Ministry of Manpower (MOM).

Pada saat itu, dia ditanya oleh dua polisi wanita, apakah dia dipukul. Namun Fitriyah membantahnya karena saat itu dirinya takut dengan majikannya. Kemudian, barulah ketika petugas membawanya ke kamar, dia berani mengatakan kepada mereka bahwa dia selama ini dipukuli majikannya. “Saya memberitahu mereka bapak dan ibu memukul saya. Mereka lalu memeriksa tubuh saya, dan melihat cedera di tubuh saya. Dahi saya masih bengkak,” katanya dalam Bahasa Indonesia melalui seorang penerjemah.

Dia kemudian dibawa pergi oleh polisi tersebut dan dikirim ke Khoo Teck Puat Hospital untuk medical check-up. Dia kemudian diminta tinggal sementara di Good Shepherd Centre di Yishun hingga April tahun lalu, hingga akhirnya dia bisa kembali ke Indonesia.

Dia kembali pada bulan Agustus tahun lalu dan kini telah menemukan pekerjaan baru di Singapura. Fitriyah merupakan saksi kedua yang diajukan jaksa penuntut di pengadilan yang menghadirkan Tay (38) sebagai terdakwa. Tay harus menghadapi 10 tuntutan, di antaranya menyalahgunakan dan menyuap saksi serta memerintahkan untuk membuat pernyataan palsu bahwa ia tidak pernah memukul Than.

Sementara istrinya, Chia Yun Ling (41) harus menghadapi 2 tuduhan, yakni menampar Fitriyah dan meninju keningnya. (SFA)

Sumber: SurabayaOnline

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: