Internasional

Gadis Cantik Aktifis Kuwait Ditangkap dan Dipenjara Atas Tuduhan Hina Pangeran

Rabu, 28 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, KUWAIT – Di Kuwait penguasa tak boleh dikritik. Siapa yang berani melanggar, hukuman berat menanti.  Seperti yang terjadi pada Senin (26/09), Perwakilan Umum Kuwait, menahan seorang penulis dan aktivis Sarah al-Drees selama 21 hari, sambil menunggu penyelidikan karena tuduhan “Menghina pangeran” setelah kicauan dalam Twitternya yang menginginkan agar negaranya menjadi yang terdepan, telah dianggap menghina pangeran. (Baca: Menlu Kuwait Ungkap Kegelisahan Saudi di Yaman)

“Penghinaan” itu menyebabkan Dress ditahan. Dalam Twitter-nya, ia  menulis “Aku bukan pendukung sabotase, aku juga bukan pendukung kehancuran, yang aku inginkan adalah negaraku menjadi yang paling unggul, dan negaraku bisa menjadi negara paling indah di dunia”.

Penyelidikan telah dimulai pada Drees sampai pada latar belakang rangkaian “tweet” yang disebarkan akhir-akhir ini melalui jejaring sosial Twitter. Di mana saat itu, ia mencela orang-orang yang menghujat dirinya untuk bertaubat dari setiap tweet yang ditulisnya. Sejak dikeluarkan “ampunan raja” pada Agustus lalu, setelah di penjara hampir sebulan atas tuduhan menghina sang pangeran. Dia menggambarkan orang yang menyuruhnya bertaubat sebagai “orang yang naïf”, sebelum mendatangkan ucapan kasar lainnya yang ditafsirkan oleh orang-orang sebagai ucapan yang ditujukan kepada sang pangeran Kuwait. Namun, Drees membantah dan menegaskan bahwa yang ia maksudkan dengan orang-orang naïf bukanlah sang pangeran. (Baca: Seorang Pemuda Ekstrimis Kuwait Minta Ditangkap, Kenapa?)

Pada tanggal 17 juli 2013, pengadilan Kuwait menjatuhkan hukuman penjara selama 20 bulan penjara pada Sarah Drees dengan penguatan dari lembaga hukum sebelumnya karena kicauannya di Twitter. Bersamaan dengan kesibukan dan penyelesaian terhadap latar belakang tuduhannya yang menghina sang pangeran, dan untuk pertama kalinya Kuwait mengeluarkan hukuman karena kasus penulisan Tweet yang mengganggu pangeran, akan tetapi ia bukan satu-satunya. (Baca: Aksi Terorisme Bumerang bagi Prancis, Tunisia, Kuwait)

Pada tanggal 7 Agustus 2013, pihak berwenang Kuwait mebebaskan aktivis Drees, di bawah amnesti pangeran. Sebelumnya pengadilan Kuwait juga mengadili sejumlah aktivis oposisi dan mantan anggota parlemen dengan berbagai tuduhan “penghinaan terhadap pangeran” selam beberapa bulan terakhir. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: