Amerika

Gedung Putih: Tak Ada Bukti Kuat Tuduhan AS Tentang Cyber Attack Rusia

Jum’at, 06 Januari 2017 – 02.00 wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Juru bicara Gedung Putih, John Earnest mengungkapkan bahwa ia tidak bisa menjelaskan mengenai dasar apa yang telah digunakan CIA untuk menuduh Rusia melakukan Cyber Attack dan sejauh mana hal ini berdampak pada hasil pemilu presiden di AS Serikat beberapa bulan lalu. (Baca: Putin: Langkah Tak Ramah Obama Rusak Hubungan AS-Rusia di Akhir Jabatannya)

Dalam menanggapi pertanyaan yang diajukan kepadanya saat konferensi pers, Earnest mengatakan bahwa ada laporan yang telah disusun oleh Badan Keamanan Nasional dan FBI pada akhir desember lalu yang menegaskan akan adanya serangan peretasan elektronilk (cyber attack) pada sistem pemilu presiden AS beberapa bulan lalu, yang akhirnya menghasilkan tuduhan bahwa Rusia lah yang berada di balik cyber attack ini.

Pada saat yang sama, Earnest tidak bisa memberikan penjelasan yang akurat tentang apakah ada bukti kuat yang menegaskan keterlibatan Rusia dalam serangan ini atau tidak. Ia juga mengatakan bahwa pihak-pihak khusus yang kompeten tengah melakukan penyelidikan yang mendalam dan luas untuk membuktikan akan hal ini. Adapun, presiden Amerika terpilih Donald Trump, mengungkapkan rasa terkejutnya di akun jejering sosial “Twitter” miliknya atas lambatnya perilisan laporan penyelidikan. (Baca: Amerika Larang Diplomat Rusia Pantau Pemilu)

Selain itu, banyak media AS yang juga mengungkapkan rasa terkejutnya karena hingga saat ini tidak ada bukti nyata yang bisa membenarkan tuduhan pada Rusia yang melancarkan cyber attack pada situs pemerintah AS, seperti dilansir oleh kantor berita Arabic.SputnikNews (05/01).

Sebelumnya pada tanggal 29 Desember 2016, Washington telah menjatuhkan sanksi diplomasi terhadap sejumlah orang dan organisasi Rusia, termasuk Dinas Keamanan Federal dan Badan Intelijen militer Rusia serta pengusiran terhadap 35 diplomat Rusia dan anggota keluarga mereka yang berada di wilayah AS. (Baca: Inilah Benturan Hebat yang Akan Dihadapi Trump di Awal Masa Jabatannya)

Pada hari yang sama, Badan Keamanan Nasional Amerika dan FBI mengeluarkan dokumen beserta tuduhan terhadap pemerintah Rusia yang terlibat dalam cyber attack tersebut. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: