Amerika

Geger Saudi VS Barack Obama dan Amerika

Sabtu, 08 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Akhir-akhir ini kekayaan Saudi yang ada di Amerika tengah disorot, setelah diterbitkannya keputusan dari dewan senat AS mengenai UU “keadilan melawan terorisme atau JASTA” yang memungkinkan bagi korban serangan 11 September  untuk menuntut Arab Saudi atas keterlibatan negara itu dalam aksi terorisme. Inilah geger paling dahsyat saat ini antara Saudi dengan Obama dan Amerika. (Baca: Warbler Saudi: UU Jasta “Hantui” Saudi dan Obama)

Harta Kekayaan Saudi di Amerika

Kantor berita CNN Amerika mengungkapkan bahwa Riyadh dan Washington menjalin hubungan ekonomi yang kuat, sesuai dengan laporan dari Departemen Keuangan AS yang telah mengeluarkan pernyataan sah bahwa “Kerajaan Arab Saudi memiliki rekening di Amerika senilai 116,8 miliar dolar”.

Sementara itu, perusahaan minyak Saudi “Aramco” memiliki kilang minyak “Port Arthur” secara penuh, yang merupakan kilang minyak terbesar di AS, serta 26 terminal distribusi dan bekas perusahaan patungan “Shell” yang memiliki lisensi untuk pendistribusian bahan bakar minyak dan solar di wilayah Texas.

Kantor berita CNN juga mengutip tentang reksa dana umum Saudi dan menegaskan bahwa kerajaan adalah mitra dagang terbesar bagi AS di Timur Tengah, dengan nilai perdagangan yang mencapai 62 miliar dolar per tahun. (Baca: AS Obok-Obok Saudi! Ideologi Wahabi Akan Hancurkan Kerajaan Arab Saudi)

Sebagaimana rencana transformasi ekonomi Arab Saudi yang diberi nama “Saudi Vision 2030” yang mencakup puluhan mega proyek yang memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk berpartisipasi di dalamnya.

Proyek-proyek kerjasama AS dan Saudi diantaranya join venture antara perusahaan Aramco Arab Saudi dan perusahaan Dow Chemical AS yang merupakan kompleks petrokimia terbesar di dunia dengan nilai investasi sebesar 20 miliar dolar.

Begitu juga join venture sektor tambang aluminium antara dua perusahaan tambang “Ma’adin” milik Arab Saudi dan perusahaan “Alcoa” milik AS dengan nilai investasi sebesar 10,8 miliar dolar demi membangun kompleks penghasil aluminium terbesar dan terintegrasi di dunia.

Adapun hasil keputusan kongres AS pada hari Rabu lalu yang telah membatalkan hak “veto” yang digunakan oleh presiden Barack Obama pada hari Jumat sebelumnya dalam melawan RUU yang memungkinkan bagi keluarga korban serangan 11 September untuk menuntut negara-negara asal para pelaku penyerangan. (Baca: Saudi Atur Obama Untuk Memveto Hak Hukum Korban 9/11)

Keputusan ini telah menjadi kekuatan hukum yang memungkinkan warga negara AS untuk menuntut negara manapun yang dituduh terlibat dalam aksi terorisme yang membahayakan mereka, termasuk keluarga korban dan korban selamat dari serangan 11 September  yang telah menyebabkan kematian dan cedera ribuan jiwa.

Pada 11 September 2001, telah ditangkap 19 anggota al-Qaeda yang melakukan serangan udara menggunakan pesawat bajakan terhadap beberapa target di wilayah AS, terutama menara World Trade Center di New York yang menyebabkan kematian ribuan orang, dan 15 pelaku di antara mereka adalah warga negara Arab Saudi.

Keputusan kongres ini disebut-sebut akan mempengaruhi perdagangan bilateral dan investasi besar Saudi di AS yang merupakan sekutu utama AS. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: