Internasional

Genjatan Senjata di Markas PBB, Tidak di Yaman

Salafynews.com, SANA’A – Genosida terus berlanjut di Yaman. Koalisi pimpinan Saudi terus membom Yaman tanpa henti, seolah tak mendengar seruan genjatan senjata PBB dan masyarakat internasional. PBB pun hanya bisa diam dan bungkam di tengah kejahatan dan pembantaian Saudi terhadap muslim Yaman.

Anak kecil Yaman Menangis

Anak kecil Yaman Menangis

Gelombang serangan udara di ibukota Sana’a mengguncang dari Minggu sore hingga fajar pada hari Senin (13/7). Taiz, Ibb, al-Jawf, Aden, Shabwa, Maarib, Amran, Sa’dah, Hajja, dan kota-kota lainnya juga menyaksikan hal yang sama. Tampaknya genjatan senjata itu hanya sepihak. PBB hanya memaksa Houthi untuk menghentikan serangan ke pos-pos militer Saudi, dan membiarkan jet-jet tempur Saudi membombardir warga sipil Yaman hingga kini.

Harapan warga sipil Yaman dengan datangnya jeda kemanusiaan telah musnah. Genjatan senjata hanya sebuah “obat bius” yang menenangkan masyarakat internasional. Seakan tidak ada lagi perang di Yaman, seakan tidak ada lagi pemboman, seakan tidak ada lagi pembantaian dan seakan masyarakat Yaman telah mendapatkan paket bantuan kemanusiaa.

Bahkan masyarakat internasional sudah tidak tahu kalau 10 truk pembawa obat-obatan telah dihancurkan oleh jet tempur Saudi. Mereka hanya tahunya genjatan senjata, jeda kemanusiaan dan tidak tahu apa yang terjadi di Yaman saat ini.

Yaman Menangis

Tentu Saudi tidak sendiri, karena Saudi tidak punya kekuatan untuk membungkam PBB atas kejahatan dan pelanggaran yang dilakukannya. Tentu ada kekuatan besar dan lobi dari negara-negara kuat yang telah memberi lampu hijau terhadap Saudi, dan menghentikan langkah PBB. Dan tentu kita tahu bahwa Amerika Serikat, Israel dan Perancis adalah negara-negara yang selama ini mendukung invasi Saudi atas Yaman dengan memberikan layanan intelijen, senjata, rudal, bom-bom terlarang dan mengirim staf-staf ahlinya ke Riyadh.

Mungkin kita bisa katakan bahwa “Genjatan Senjata” ini hanya terjadi di New York, kantor pusat PBB, dan bukan di Yaman.

Situasi kemanusiaan yang digambarkan PBB sebagai “Bencana” dan Uni Eropa menganggap “sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya”, semakin hari semakin bertambah buruk. Bahkan sejak “Genjatan senjata” diberlakukan Palang Merah Internasional tidak menerima atau tidak dapat mengakses pengiriman bantuan kemanusiaan.

Osman Abdel Wareth relawan kemanusiaan di kota Aden menggambarkan “Tidak ada yang berubah, situasi semakin buruk, dan serangan udara paling liar dan lebih kejam dari sebelumnya terus berlangsung. Tidak ada Genjatan senjata di Yaman…!! Genjatan senjata hanya berlaku di New York, markas PBB”. (SFA/MM/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: