Afrika

Gerakan Khilafah “ISIS” Dapat Perlawanan Sengit Dari Rakyat Libya

2 Desember 2015

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Para ahli di PBB menjelaskan bahwa ISIS berupaya untuk mendirikan tempat pijakan di Libya, namun mereka menghadapi beberapa kesulitan dalam memperluas pengaruh di negeri itu karena masalah pembiayaan serta begitu besarnya perlawanan masyarakat atas mereka. Diberitakan oleh Raialyoum Lebanon (1/12).

Menurut laporan para ahli yang bekerja di Komite pemberian sanksi terhadap organisasi teroris bersenjata Al-Qaeda dan ISIS, menyebutkan bahwa ISIS merupakan “ancaman bahaya yang pasti, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang bagi Libya”, kita bisa melihat dan mengambil pelajaran dari Suriah dan Irak. (Baca Khilafah ISIS Akui Pengeboman Bus Pengawal Presiden Tunisia)

Laporan itu menambahkan bahwa Libya, yang terletak di titik tengah antara Timur Tengah, Afrika dan Eropa, “memiliki kepentingan strategis” bagi para penanggung jawab “Jihadis” yang menganggap bahwa disana terdapat “kesempatan emas untuk memperluas pengaruh pemerintahan Khilafah di beberapa daerah.”

Namun menurut laporan itu, ISIS menghadapi perlawanan keras dari masyarakat dan penduduk, teroris pendukung “Khilafah” merasa sulit untuk membangun jaringannya disana, laporan tersebut juga memperkirakan jumlah personil teroris Daulah Islamiyah di Libya, sekitar dua ribu hingga tiga ribu orang dan termasuk darinya sekitar 1.500 jihadis di Sirte, salah satu kota yang terletak di bagian utara Libya. (Baca Pejuang Suku Albu Nimr Irak Pecundangi ISIS dan Tewaskan 35 Orang Teroris)

Laporan itu juga menyebutkan bahwa organisasi teroris tersebut tidak mampu untuk merekrut rakyat kecuali hanya sekitar dua ribu jihadis asing, yang sebagian besarnya berasal dari negara-negara Maghreb, sangatlah jauh berbeda dengan rekrutmen mereka di Suriah dan Irak, apalagi tercatat tidak ada kehadiran anggota dari Eropa baik wanita dan keluarga yang mau bergabung bersama mereka di Libya.

Juga disebutkan pula bahwa untuk saat ini tampaknya organisasi teroris tersebut tidak mampu melakukan ekspansi dengan cepat melalui pos-pos yang mereka kendalikan saat ini di Libya, ditambahkan bahwa memang saat ini mereka mampu untuk melakukan aksi serangan teror di Libya, namun keterbatasan jumlah personilnya tidak memungkinkan mereka untuk melebarkan ekspansinya dengan cepat dan menguasai daerah-daerah baru. (Baca Tuhan, Nabi, Khulafaurrosyidin Tak Perintahkan Buat Negara Khilafah)

Selain itu, pendanaan menjadi sebuah kendala besar untuk dapat memperluas pengaruh Daulah Islamiyah. Para ahli meyakini bahwa usaha organisasi tersebut dalam perdagangan narkoba atau eksploitasi migran yang ingin berimigrasi ke Eropa, sebagai usaha yang terlihat tidak menguntungkan secara materi, berbeda halnya dengan apa yang terjadi di Suriah dan Irak. (Baca Abu Janda Al-Boliwudi: Kelompok Khilafah Pemakar NKRI, Pembenci Pancasila dan Anti Nasionalisme)

Kendala yang sebenarnya dihadapi organisasi tersebut adalah ketidakmampuan mereka untuk mengambil keuntungan dari pendapatan minyak di Libya, dan untuk bisa menguasai pendapatan minyak tersebut tidaklah mudah, karena mereka harus berupaya memperkuat kehadirannya di Libya dan serta memperluas wilayah yang dikuasai. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pasukan Elit Libya Grebek dan Tangkap Amir ISIS di Sabratha | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: