Amerika

“Global Research”, Assad Tak Bersalah Atas Darah Rakyat Aleppo

Selasa, 03 Mei 2016,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Pusat “Global Research” mengungkapkan sebuah fakta bahwa media Amerika Serikat sengaja menargetkan tentara Suriah dan Presiden Bashar Assad serta memutarbalikan kenyataan tentang apa yang terjadi di Aleppo.

Dalam sebuah laporan pusat penelitian itu yang dirilis Minggu awal Mei ini, menegaskan bahwa propaganda media bertujuan untuk menghubungkan pertempuran di Aleppo itu terjadi antara tentara Suriah dan sekutunya (Rusia, Iran, Hizbullah) serta beberapa kelompok lainnya, dengan sejumlah kelompok teroris yang didukung oleh NATO, Jabhah Al-Nusrah dan Jaysh Al-Islam dan Ahrar Al-Sham serta ISIS. (Baca: Mantan Pejabat CIA: Politik Berbahaya Erdogan Gabung Rezim Saudi Guna Rampas Damaskus)

Dijelaskan pula bahwa beberapa kelompok militan bersenjata telah mengirim ratusan mortir ke Aleppo dan membuat tentara Suriah terpaksa harus meresponnya, sejumlah media AS mendistorsi laporan itu dengan menyebutkan bahwa hal itu adalah untuk mengancam warga sipil disana.

Global Research menyebutkan bahwa pemerintah AS bergabung dengan sejumlah NGO (organisasi non-pemerintah) serta beberapa milisi untuk mengirimkan gambar tentang para tentara Suriah dengan penjelasan bahwa pasukan Suriah tidak melakukan perlawanan apapun kecuali menargetkan warga sipil.

Diantara yang paling menonjol dari organisasi-organisasi yang disebutkan oleh laporan tersebut adalah organisasi “Helm Putih” (White Helmets) atau organisasi Pertahanan Sipil Suriah, keduanya merupakan sumber utama yang mengumpulkan gambar-gambar yang menegaskan secara terus-menerus bahwa pesawat Suriah dan Rusia menargetkan sejumlah rumah sakit. (Baca: ‘White Helmet’ Teroris Berjubah Relawan)

Pusat penelitian mengungkapkan bahwa White Helmets pada dasarnya adalah formasi yang dibentuk oleh mantan tentara Inggris James Le yang didanai Amerika Serikat dan Jabhah Al-Nusrah cabang dari Al Qaeda di Suriah dan Irak.

Organisasi itu berusaha menggambarkan bahwa setiap serangan yang menargetkan markas Jabhah Al-Nusrah sebagai serangan terhadap warga sipil dan rumah sakit mereka serta para pekerja di bidang kesehatan, dilansir dari arabic.rt.com (02/05).

Disebutkan bahwa Martin Dempsey, Kepala Staf Gabungan AS, dan Joe Biden, wakil presiden AS, mengakui adanya kerjasama sejumlah negara besar pro-Amerika, seperti Qatar dan Turki dengan sejumlah organisasi teroris dan mendanainya secara rahasia hanya untuk menguasai Timur Tengah dan menggulingkan Assad. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: