Eropa

Guardian: Hasil Investigasi Final, Saudi Gunakan Bom Cluster dalam Perang Yaman

Selasa, 20 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Surat kabar “The Guardian” mengungkapkan bahwa pemerintah Inggris telah menerima laporan hasil investigasi yang menegaskan tentang penggunaan bom cluster buatan Inggris oleh pasukan koalisi Arab yang dipimpin Saudi saat perang di Yaman.

Surat kabar ini pada hari senin (19/12) menjelaskan tentang hasil dari investigasi yang dilakukan pemerintah Inggris yang sesuai dengan laporan media sebelumnya yang mengungkapkan bahwa ditemukannya sisa-sisa bom cluster buatan Inggris di beberapa wilayah konflik di Yaman yang dilakukan oleh koalisi Arab Saudi. (Baca: Transaksi Jahat Perusahaan Senjata Inggris dengan Saudi)

Sebuah sumber pemerintah mengatakan kepada The Guardian bahwa Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon dan menteri lainnya telah mengetahui hasil penyelidikan ini sejak hampir sebulan yang lalu. Surat kabar ini mengatakan bahwa London yang bertanggung jawab menangani pelatihan pasukan Saudi masih menunggu konfirmasi resmi Riyadh terkait penggunaan bom cluster di Yaman. Arab Saudi sebelumnya telah membantah semua tuduhan terkait penggunan senjata tersebut yang telah dilarang di gunakan pada wilayah berpenduduk, dan bom ini telah digunakan Arab Saudi untuk menyerang kelompok Houthi di Yaman.

Diharapkan berita ini dapat memberikan tekanan kepada pemerintah Inggris untuk meninjau kembali kesepakatan ekspor senjatanya ke Saudi. Sebelumnya, Inggris pada pekan lalu telah mengumumkan tentang penghentian pengiriman amunisi ke Riyadh.

Hasil investigasi ini menegaskan tentang pentingnya London untuk menandatangi kesepakatan internasional khusus terkait pelarangan penggunaan amunisi jenis ini, yang ketika ditembakkan akan pecah menjadi bom-bom kecil dan menyebar di berbagai tempat sehingga mengancam kehidupan warga sipil dalam jangka waktu yang lama setelah penggunaan amunisi tersebut. Menurut perjanjian tersebut, Inggris harus menghancurkan semua amunisi jenis ini yang mereka miliki, dan bertindak untuk mencegah penggunaannya oleh pihak lain. Adapun Saudi, tidak menandatangani kesepakatan ini kembali hingga tahun 2010. (Baca: Media Inggris Bongkar Transaksi Senjata AS dan Saudi Untuk Teroris ISIS)

Sebuah sumber senior di Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa London telah membawa masalah ini ketingkat paling tinggi dalam hubungannya dengan Riyadh dan berusaha untuk mengungkapkan kebenaran pada akhirnya, seperti dilansir oleh kantor berita Arabic.rt (19/12).

Sebelumnya, kantor Perdana Menteri Inggris telah melemparkan kecaman terhadap Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson karena pernyataan yang diungkapkannya bahwa Arab Saudi terlibat dalam menggerakkan “boneka” dalam berbagai perang di kawasan Teluk. Adapun “Downing Street” menegaskan bahwa pernyataan ini tidak mencerminkan sikap resmi London. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: