Internasional

Hassan Nasrallah : Jantung Palestina Di Suriah

Dia mengatakan pertanyaan yang harus dipertanyakan mengapa “perseteruan total” sedang diarahkan pada Iran dan tidak kepada negara-negara Arab. Karena, kata dia, Israel menyadari bahwa pejabat Arab yang merupakan “bagian umat Islam” tidak melakukan apa-apa bagi bangsa Palestina dan Gaza.

Salafynews.com, BEIRUT – Sayyed Hassan Nasrallah, Sekjen Pergerakan Hizbullah, telah menegaskan kembali dukungan mereka akan gerakan perlawanan Libanon untuk Suriah dalam memerangi terorisme, mengatakan bahwa jika Suriah jatuh, maka Palestina akan jatuh.

Nasrallah membuat pernyataan itu dalam pidato pada hari Jumat (10/7/15) dalam memperingati Hari al-Quds Internasional, yang ditetapkan oleh almarhum pendiri Republik Islam Iran, ayatullah Khomeini.

Di tempat lain dalam sambutannya, mengacu pada serangan militer Saudi terhadap Yaman, ia mengatakan Muslim Arab telah meninggalkan rakyat Yaman. “Perang melawan Yaman saat ini adalah pengabdian terbesar Arab Saudi tehadap Israel,” katanya. “Dan itu dibayar secara gratis dan Cuma-cuma.”

Israel, “ibu dari semua terorisme, dan sumber dari segala kejahatan” mereka menampilkan dirinya sebagai kekuatan yang memerangi terorisme, kata Nasrallah.

Sementara negara-negara yang membawa bendera Perjuangan Palestina dianggap sebagai teroris.

Sekjen-Hizbullah-Quds-Day

Sekjen-Hizbullah-Quds-Day

Pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa, Setelah Suriah diganggu oleh konflik, maka musuh akan fokus pada Iran dan gerakan perlawanan sebagai ancaman terbesar yang tersisa.

Dia mengatakan gerakan perlawanan dengan bangga menimbulkan ancaman strategis bagi Israel, “tapi belum mencapai tingkat mengancam eksistensial” bagi Israel.

Nasrallah mengatakan bahwa Iran adalah satu-satunya negara yang dalam pikiran para pejabat Israel, sebagai ancaman eksistensial bagi Israel; dengan demikian, mereka berusaha untuk menghasut seluruh dunia terhadap Republik Islam Iran.

Dia mengatakan pertanyaan yang harus dipertanyakan mengapa “perseteruan total” sedang diarahkan pada Iran dan tidak kepada negara-negara Arab. Karena, kata dia, Israel menyadari bahwa pejabat Arab yang merupakan “bagian umat Islam” tidak melakukan apa-apa bagi bangsa Palestina dan Gaza.

“Apakah Palestina bukan Muslim?” Tanyanya.

“Siapa yang masih mengangkat bendera?” Tanya Nasrallah. “mereka yang mengangkat bendera … sekarang berdiri di garis depan … adalah Republik Islam Iran.”

Pemerintah dan rakyat Iran di bawah pimpinan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei tidak akan pernah mengakui Israel, katanya.

Meskipun sanksi dan ancaman perang terhadap Iran, dan perang psikologis yang dilancarkan media terhadap Iran, negara ini satu-satunya negara yang mendukung Palestina, katanya.

“Jika Anda ingin mendukung Palestina, Anda harus mendukung Republik Islam Iran,” kata pemimpin Hizbullah, dan “jika Anda adalah seorang musuh Republik Islam Iran, maka Anda adalah bagian dari kelompok atau pribadi yang memusuhi Palestina.”

Setiap pembicaraan tentang Islam Syiah menjadi kebohongan bagi pejabat Arab yang korup, katanya, menambahkan bahwa Iran adalah sekutu negara-negara Arab.

Di tempat lain dalam sambutannya, ia mengutuk pemboman terbaru di masjid Syiah di Arab Saudi dan Kuwait.

Dia mengatakan pemboman di Kuwait itu dimaksudkan untuk menghasut konflik sektarian di negara itu, tetapi tidak berhasil, karena emir, pemerintah dan ulama di negara itu mencegah skenario seperti itu. (SFA/MM/PTV)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: