Nasional

Hebat, Foto Selfie Novanto Dengan Trump Habiskan 3,7 Milyar

JAKARTA, Salafynews.com – Perjalanan dinas rombongan pimpinan DPR RI Setya Novanto ke Amerika Serikat menuai pro dan kontra. Terlebih ketika politisi Golkar dan rombongan kedapatan menghadiri konferensi pers bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diduga seluruh biaya perjalanannya menggunakan uang negara.

Juru Bicara Ketua DPR Nurul Arifin dan Fadli Zon kompak berdalih, kehadiran Setya Novanto cs hanya kebetulan dan spontanitas saja, setelah melakukan pertemuan dengan Donald Trump sekitar 30 menit di ruangan tertutup.

Meski dianggap spontanitas, kehadiran itu telah meruntuhkan wibawa dan martabat bangsa. Apapun alasannya. Sejumlah anggota DPR ramai-ramai melaporkan aksi Setnov cs kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk dipertimbangkan faktor etis atau tidaknya.

Sampai-sampai, opsi pengembalian uang perjalanan dinas selama di Amerika pun tidak perlu dilakukan, saking rusak beratnya martabat bangsa. Karena pengembalian uang disebut akan dijadikan bahan untuk menolak dari hukuman yang ada.

Peneliti anggaran dari Centre for Budget Analisys (CBA), Uchok Sky Khadafi mengkritisi perjalanan kunker pimpinan DPR RI ke USA. Pasalnya, kunker tersebut menggunakan anggaran negara yang tidak sedikit dan terkesan tidak substansial.

“Berdasarkan catatan saya, biaya kunker tersebut menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 3,7 Milyar,” terang dia di DPR RI Jakarta, Selasa (8/9).

Dari anggaran sebesar itu, lanjut dia, dapat terbagi ke dalam beberapa jenis kegiatan dan biaya perjalanan.

“Tiket pesawat 14.428 USD untuk satu orang dan akomodasi dan hotel 527 USD per hari dan dikalikan dua belas hari, sehingga muncul angka sebesar 3,7 Milyar,” jelasnya.

Menurut Direktur Eksekutif Populi Center menginginkan, penebusan dosa yang wajib dilakukan Setya Novanto cs adalah dengan meletakkan jabatan dari pimpinan DPR. Hal itu, ketika Setya Novanto tidak bisa menjelaskan dengan baik tentang apa yang telah dilakukan selama berkunjung ke negeri Paman Sam tersebut.

“Sebagai bentuk akuntabilitas politik, mestinya Setya Novanto dan Fadli Zon sebagai pimpinan dewan segera meletakkan jabatannya sebagai pimpinan DPR karena telah melecehkan martabat bangsa di dunia internasional dengan menghadiri dan menghambakan diri pada Donald Trump dan kepentingan Amerika,” kata Nico.

Pasalnya, lanjut Nico, hal ini berbanding terbalik dengan apa yang selama ini diperjuangkan pemerintah dan diplomat dalam setiap kali menghadiri pertemuan internasional. Perjuangan itu untuk mengangkat martabat dan wibawa bangsa Indonesia di mata dunia.

“Melalui berbagai perundingan, diplomasi, kejuaraan, kompetisi, hingga partisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial dan keamanan global,” ungkap dia. [Sfa/MM]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: