Headline News

Hina Gus Mus, Banser Datangi PT Adhi Karya

15192786_1154661491276858_7368502442978026679_n

Kamis, 24 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Buntut penghinaan pelecehan yang dilakukan @Panduwijaya kepada Gus Mus berbuntut panjang, Banser DKI Jakarta mendatangi PT Adhi Karya untuk mengklarifikasi ucapan Pandu yang telah menghina KH Mustofa Bisri (Gus Mus). (Baca: Pandu Wijaya Hina Gus Mus “Bid’ah Ndasmu”)

Sebelumnya Pemilik akun twitter @panduwijaya_ itu mengucap hal yang sangat tidak pantas diutarakan kepada kiai dan ulama sekelas KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

Banser Datangi PT Adhi Karya

Sewot terhadap tweet Gus Mus yang berpendapat bahwa jumatan di jalan adalah bid’ah, ia kemudian membuat balasan ngawur “Dulu gk ada aspal gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jum’at juga saat Rasulullah hijrah ke madinah. Bid’ah ndasmu!”. Itu ditulis Pandu pada Kamis, 23 November 2016. (Baca: Gus Mus: Berlebihan Itu Sumber Malapetaka)

Kontan saja gaya ngetweet arogan alumnus Politeknik Negeri Malang (Polinema) Jatim tersebut membuat para santri Gus Mus sejagad terpancing. Ada yang menegurnya dengan halus, ada juga yang kemudian mencari identitas anak ini untuk dilaporkan ke aparat hukum. Tidak langsung minta maaf, malah ngetweet lagi dengan sinis.

Dengan akun twitternya yang sekarang ini sudah digembok, lebih lanjut ia berujar begini kepada akun @fajarnugros, “kyai jangan dikultuskan, dia hanya manusia, kalau salah ya dikritisi, diingatken! salah kok di bela, piye utekmu jal?”, sarkasnya. Namun, ia buru-buru meralat dan kemudian meminta maaf.

Meskipun sudah meminta maaf, bagi para santri Gus Mus, cuitan Pandu sudah kelewatan. Ia bukan mengkritik, tapi sudah menghina. Ucapan “Bid’ah Ndasmu” dalam bahasa Indonesia itu artinya, “Bid’ah kepalamu peak”. Ini bukan bahasa kritik, tapi bahasa penistaan yang sesungguhnya. Tanpa tafsir yang berbeda dan khilafiyah, pernyataan itu sudah bisa ditebak arahnya, yakni membunuh karakter. (Baca: WASPADA! Inilah Ciri Manusia yang Terjangkit Wabah Takfirisme, Radikalisme, Ekstrimisme)

Karena itulah, pagi ini Banser DKI Jakarta mendatangi PT Adhi Karya untuk mengklarifikasi ucapan Pandu yang telah menghina KH Mustofa Bisri/Gus Mus. Teman teman Banser sudah medatangi langsung perusahaan tempat Pandu Wijaya “al-coro” itu bekerja, yakni PT Adhi Karya South Building, Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18 Jakarta 12510.

” Ini pertemuanya sudah selesai, Insya Allah dalam waktu dekat yang bersangkutan akan datang langsung ke kantor PP ANSOR untuk meminta maaf”. Ujar Muhammad Wasroni

Muhammad Wasroni, salah satu Banser yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut juga menghimbau agar teman teman aktivis Nu tidak terprovokasi. (Baca: Waspadalah Virus Radikalisme di Media Sosial Ancam Keutuhan NKRI)

“Kami berharap agar teman-teman tidak terprovokasi. Dan semoga kejadian seperti ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua untuk menjaga lisan dan tulisan yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat ” .Pungkas Wasroni. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Abdu L Wahab

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: