Nasional

Hoax Bukan Bid’ah Menurut Wahabi

Salafynews.com – Hoax adalah kepalsuan sengaja dibuat dibuat untuk menyamar sebagai kebenaran. Sekarang banyak beredar berita-berita Hoax, contohnya sehingga kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Mengapa kita sulit tahu? Sebab pada dasarnya manusia itu bukan peneliti dalam semua hal. Mengapa ia seperti itu? Itu adalah cara kerja otak kita (Menerima, menyeleksi, dan menyimpan sebagian dan membuang sebagian). Misalnya, Ia mungkin peneliti agama, hadist dst (Dengan sanad, matan, rijal hadist, asbab an Nuzul, Asbab al Wurud dst). Tetapi ia akan lalai atau tidak selektif saat mendengar berita politik, saat mendengar berita ilmu-pengetahuan dan lain sebagainya. Karenanya, maka kita akan gampang sekali termakan berita-berita Hoax.

Bak sinetron terdiri dari banyak episode, demikian juga ulah kaum Takfiri melalui situs-situsnya –seolah tak kenal lelah menyebarkan kebohongan, fitnah, propaganda, penyesatan dan manipulasi informasi, berulang-ulang kali. Jujur saja, penulis merasa heran dan tak habis pikir, mengapa hal-hal seperti ini selalu diulangi,

Padahal bukankah Allah menyeru agar kita berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dan bukan berlomba-lomba melakukan kebohongan dan fitnah. Walau sudah berkali-kali berita hoax mereka terbongkar, produksi hoax masih tetap ‘banjir’ dan tidak ada habisnya. Seolah tak ada rasa menyesal dan rasa berdosa. Lagi dan lagi, mereka menebar fitnah dan propaganda sektarian demi menjalankan misi Zionis mengadu domba dan menebar kebencian sesama umat Islam. Mereka para wahabi menganggap bahwa membuat berita HOAX adalah bentuk dakwah mereka.

Bahkan Penelitian besar di AS oleh Dr. Elizabeth Lofthus, dalam Misinformation and Memory: The Creation of New Memaries, dimuat dalam Jurnal of Experience Psychology 188 (1), hal 100-104. dikatakan, Betapa mudahnya menciptakan memory palsu dengan memasok informasi yang salah kepada subjek yang bersangkutan.

Penelitian-penelitian sejenis bersekala besar, mendukung hasil itu, dimana semuanya memperlihatkan bagaimana Emosi, Situasi yang meragukan, dan informasi menyesatkan yang didapatkan lewat gosip, rumor dan desas desus dapat melahirkan aneka keyakinan palsu. Inilah mengapa manipulasi, gambar, berita ngawur, hoax, desas-desus, akan menemukan penerimanya sendiri-sendiri.

Sistem keyakinan, –Keyakinan? Menurut The Oxford English Dictionary, Belief adalah a) Suatu perasaan bahwa sesuatu itu ada atau benar, terutama hal-hal yang tidak memiliki bukti. b) Pendapat yang dipegang Teguh, c) Yang dipercaya, d) Keimanan. Semenatar proof (bukti). Bukti (Proof) menurut kamus Webster, adalah rangkaian langkah, pernyataan, atau demontrasi yang mengarahkan kepada kesimpulan yang sah. Walaupun penegakan, standart-standart sah tidaknya bukti, itu bisa berbeda-beda, antara satu dengan yang lainnya. —(apapun, tidak harus agama), cenderung berkembang dengan cara yang pararel dengan perkembangan biologi-otak sendiri serta perolehan pengetahuan dan keterampilan sosial. Jadi karena informasi yang kita dapat serta cara unik masing-masing orang dalam menafsirkan serta menyatukan secara neurologis, mak sistem keyakinan yang kita pegang sangat Individualistik (Newbwrg, 2006). Disinilah mengapa banyak orang yang berpindah pandangan, ada pendapat lama yang direvisi oleh pendapat baru dan seterusnya.

Dan perang media saat ini digunakan oleh para takfiri dan wahabi serta media media pro Radikalisme untuk propagandanya. Dan disinilah pentingnya dan bahayanya media, informasi dalam bentuk apapun (Khususnya informasi Hoax). lalu apa yang mesti kita lakukan? Tidak ada lain kecuali selalu berfikir kritis, mengembangkan mengapa dan apa sebab, kalau begini mengapa begitu dst. Tanpa harus bahwa kita akan menemukan “Kebenaran Yang Pasti”. Jalaluddin Rumi pernah berkata, “Engkau Mengimani Apa yang Kau Makan”, dan ada kata bijak lainnya, “Tuhan tidak meminta-mu menjadi benar (karena kelemahan-kelemahan persepsimu, kelemahan struktur kerja otak-mu, mudahnya kita sebagai manusia tertipu dst -pen), tetapi Tuhan menuntutmu untuk mengikuti prosedur kebenaran”. (MA)

Contoh-contoh berita hoax:

[Foto Palsu Lagi] Membongkar Fitnah Arrahmah, Fimadani dan PKS Piyungan

TOO MUCH HATE WILL KILL YOU

Berita Hoax

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: