Headline News

Houthi Serang Kamp Pemberontak Yaman dengan Rudal Balistik

Jum’at, 06 Januari 2017 – 14.46 wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Pasukan Ansarullah “Houthi” dan pasukan tentara pendukung mereka telah berhasil mengebom kamp pemberontak Yaman milik pasukan mantan Presiden Mansour Hadi dengan menggunakan rudal balistik di kota Bab al-Mandab provinsi Taiz selatan-barat Yaman. (Baca: Pasukan Yaman Pukul Basis Militer Saudi dengan Rudal Balistik)

Sumber militer di provinsi Taiz mengungkapkan kepada Sputnik bahwa “tentara Houthi dan tentara pendukungnya pada kamis pagi (05/01) telah menembakkan rudal balistik jarak menengah ke kamp pasukan pemberontak mantan Presiden Mansour Hadi di wilayah Bab al-Mandab provinsi Taiz, setelah kedatangan bala bantuan bagi pasukan Yaman dalam persiapannya untuk merebut dan menguasai kembali Pantai Barat Yaman”, seperti dilansir oleh kantor berita Arabic.SputnikNews (06/01).

Ini bukan pertama kalinya pasukan Houthi menembakkan rudal balistik pada kamp pasukan mantan presiden Yaman Mansour Hadi, kamp ini pernah dibom dengan rudal balistik jenis Toska pada 14 Desember 2015 silam, yang menyebabkan kematian sejumlah besar pasukan Mansour Hadi dan petinggi utama koalisi Arab yakni komandan pasukan Saudi Kolonel Abdullah al-Suhyan dan komandan pasukan UEA Kolonel Sultan bin Huwaidin al-Katbi. (Baca: Perang Yaman dan Kebohongan Media Timur Tengah)

Sementara itu, pada hari Rabu kemarin (03/01) pesawat koalisi Arab juga melancarkan serangkaian serangan terhadap kelompok Ansarullah Houthi dan pendukungnya di beberapa wilayah di 5 provinsi di Yaman, dan mengebom pos-pos kekuasaan pejuang Ansarullah di kota Lahij.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi sejak tanggal 26 Maret 2015 telah mengebom situs-situs militer milik kelompok Ansarullah dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, di semua wilayah Yaman dengan maksud untuk “mengembalikan legitimasi dan kembalinya presiden Mansour Hadi yang pernah mengundurkan diri”. Mantan Presiden Yaman Mansour Hadi melarikan diri ke Arab Saudi, ia berusaha menjamin kelanggengan kekuasaannya dengan merapat ke Saudi yang saat ini sedang menginvasi Yaman. (Baca: Perang Yaman Kutukan Bagi Dinasti Kerajaan Saudi)

Menurut Koordinator urusan Kemanusiaan untuk PBB di Yaman, Jamie McGoldrick, “operasi koalisi Arab yang dilancarkan di Yaman sejak awal operasinya hingga saat ini telah menyebabkan kematian hampir 10.000 jiwa dan melukai puluhan ribu lainnya”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: