Nasional

HTI Anggap Nasionalisme itu Sebagai Jahiliah Modern

Salafynews.com, JAKARTA – Bagaimana sejarahnya sampai ke Indonesia HTI, Mereka mengembangkan ke sini melalui mahasiswa yang belajar di Mesir. Pola ikhwan dikembangkan, pola Salafy dan pola Hizbut Tahrir dikembangkan. Tapi antara Ikhwan, Salafy dan Hizbut Tahrir secara ideologi bertemu, ada kesamaan. Mereka sama-sama ingin menerapkan formalisasi syariat Islam. Hanya bedanya, kalau Salafy cenderung ke peribadatan, atau dalam bahasa lain mengislamkan orang Islam, karena dianggap belum Islam. Dan target utamanya NU karena dianggap sarangnya bid’ah. Bisa saja kelompok Salafy, Hizbut Tahrir dan Ikwanul Muslimin membantah, tapi saya tahu karena saya telah berkumpul dengan mereka.

Hal itu juga mendapat tanggapan dari Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur Salahuddin Wahid mempertanyakan keberadaan Hizbu Tahrir Indonesia (HTI) di bumi pertiwi ini. Sebab, HTI menuntut ideologi negara selain Pancasila.

Menurut Pria yang akrab disapa Gus Sholah itu menyesalkan, gerakan dakwah Islam itu menuntut pendirian negara Islam. Menurut dia, hal tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila.Baca HTI itu Siapa

Beberapa waktu yang lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Timur meminta aparat kepolisian setempat untuk membubarkan pawai akbar yang akan digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu (16/5).Baca MUI NTT minta hentikan pawai akbar HTI

“MUI sudah mengirim surat kepada Kapolda NTT, Polresta Kupang, Danrem 161/Wirasakti, Kesbangpol dan beberapa instansi terkait untuk meminta agar aparat keamanan membubarkan pawai akbar HTI,” kata Sekretaris MUI NTT Mandarlangi Puaupa, di Kupang, Jumat (15/5).

Sikap umat Muslim NTT itu dengan alasan kegiatan arak-arakan oleh HTI di Kupang dapat mengganggu nilai-nilai kerukunan antarumat beragama di NTT yang sudah terbangun baik selama bertahun-tahun ini. Apalagi visi dan misi HTI berbeda dengan organisasi keagamaan lainnya di bawah naungan MUI. Perjuangan HTI adalah mengganti empat pilar kebangsaan yang selama ini menjadi dasar kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Akhirnya Hizbut Tahrir itu menjadi organisasi terlarang di negara asal berdirinya. Karena ia menganggap nasionalisme itu sebagai jahiliah modern. Namun meski menjadi organisasi terlarang Hizbut Tahrir tetap bekerja dan menyusup ke tentara, ke berbagai organisasi profesi dan masuk juga ke parlemen. Hizbut Tahrir masuk ke partai politik dengan menyembunyikan identitasnya. Dari situlah kemudian terjadi upaya-upaya untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah yang sah saat itu. Baca HTI adalah organisasi Terlarang ” OT ” di Negara Asal Berdirinya.

Melihat kenyataan tersebut, dan banyak hal lain yang terjadi, maka dari berbagai kalangan menolakn Hizbut Tahrir Indonesia, MAKA kami menolak  HIZBUT TAHRIR INDONESIA HARUS DIBUBARKAN karena,

  1. Tidak mengakui dan mengancam Pancasila & UUD 1945 sebagai idiologi bangsa & konsitusi RI
  2. Mengancam keutuhan NKRI
  3. Penerapan khilafah HTI tidak mempunyai dasar dan konsep yang jelas serta tidak sesuai dengan semangat demokrasi
  4. Ide penerapan syari’ah HTI semata-mata hanya merupakan bagian dari politisasi agama

 

(mm/Berbagai sumber)

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Wahabi dan Radikalisme dua Saudara Kembar | Salafy News

  2. Pingback: Resolusi Jihad, Sumbangsih Buya Hasyim Asyari Kepada Bangsa dan Cinta Tanah Air | SalafyNews

  3. Pingback: Resolusi Jihad, Sumbangsih KH. Hasyim Asyari Kepada Bangsa dan Tanah Air | VOA ISLAM NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: