Eropa

IHS: Dalam 6 Bulan ISIS Kehilangan 12 % Wilayah di Irak dan Suriah Sejak 2016

Senin, 11 Juli 2016

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Kelompok teroris ISIS telah kehilangan 12 persen dari wilayah yang sebelumnya dikuasai di Suriah dan Irak pada paruh pertama tahun 2016, sebuah think tank Inggris melaporkan.

Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh IHS pada Minggu, wilayah di bawah kendali ISIS, sejak menginvansi Irak dan Suriah pada tahun 2014, semakin menyusut karena serangkaian kemunduran dan kekalahan pada tahun lalu serta beberapa bulan terakhir.

Pada tahun 2015, wilayah ISIS “menyusut 12.800 kilometer persegi menjadi 78.000 kilometer persegi, kerugian bersih 14 persen,” kata IHS, dan menambahkan, “Dalam enam bulan pertama tahun 2016, wilayah yang menyusut sebesar 12 persen. Pada 4 Juli, 2016, ISIS hanya mengendalikan sekitar 68.300 kilometer persegi di Irak dan Suriah.”

Pada tanggal 22 Desember 2015, IHS melaporkan bahwa kelompok teror telah kehilangan kendali atas lebih dari 13.000 kilometer persegi wilayah yang dikendalikan di dua negara Arab sejak Januari.

Dalam laporan lain pada 16 Maret, think tank mengatakan bahwa ISIS telah kehilangan lebih dari delapan persen sejak awal Januari.

“Selama 18 bulan terakhir, ISIS terus kehilangan wilayah dengan grafik yang terus meningkat,” kata Columb Strack, seorang analis senior di IHS.

Sebagia wilayah ISIS “menyusut dan menjadi semakin jelas bahwa proyek tata kelola gagal, kelompok ini kembali memprioritaskan pemberontakan. Sebagai hasilnya, meningkatnya serangan teror yang menimbulkan korban massal dan sabotase infrastruktur ekonomi, di Irak dan Suriah, termasuk Eropa,” tambah Strack.

Pada tanggal 18 April, think tank IHS melaporkan bahwa pendapatan yang diperoleh oleh kelompok teroris telah mengalami penurunan yang cukup signifikan sekitar 30 persen sejak tahun sebelumnya, yang memaksa mereka membuat sebuah peraturan baru pajak kepada orang-orang yang berada di bawah kendali mereka.

Ia juga menambahkan bahwa pada bulan Maret 2016, pendapatan ISIS turun USD 56 juta, karena produksi minyaknya, yang terdiri dari 43 persen pendapatan, sudah turun dari 33.000 barel per hari menjadi 21.000.

Sekitar 50 persen dari pendapatan ISIS berasal dari perpajakan dan penyitaan bisnis dan properti. penyelundupan narkoba, penjualan listrik dan sumbangan, bunyi laporan pada April lalu.

Menurut Strack, di tahun mendatang kemungkinan akan menyaksiakan lebih banyak kota-kota menjadi terisolasi dari kelompok teror, seperti yang terjadi di Ramadi dan Fallujah di Irak.

“Ini bisa memungkinkan fragmentasi dan kekalahan ISIS sebagai kekuatan konvensional,” tambahnya.

Firas Abi Ali, seorang analis prinsipal senior di IHS, mengatakan ISIS menderita kerugian lebih di dua negara Arab, lebih lanjut mereka akan memperluas serangan teroris di luar negara-negara ini untuk membuat pengikut mereka dan orang lain percaya bahwa “mereka masih mendapatkan dukungan dan memperluas pengaruhnya, meskipun kemunduran di Irak dan Suriah.”

Dia juga menyatakan bahwa untuk kelompok-kelompok seperti ISIS, “pertempuran hati dan pikiran adalah sama pentingnya, jika tidak lebih penting, daripada konfrontasi militer.”

Pada bulan Februari, badan intelijen kriminal Uni Eropa, Europol, mengatakan 5.000 anggota terlatih ISIS berada di Eropa. Sekitar 30.000 militan dari lebih dari 100 negara dilaporkan telah melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak sejak 2011 untuk bergabung dengan barisan kelompok teroris Takfiri.

Wahhabisme yang membentuk ideologi ISIS adalah ideologi radikal yang mendominasi Arab Saudi dan bebas disebarkan oleh ulama di negara itu. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: