Internasional

Imam Masjid al-Quds; Arab Saudi Poros Fitnah dan Sumber Malapetaka

7 Januari 2016

LEBANON, SALAFYNEWS.COM –  Penindasan yang dilakukan oleh para penguasa Kerajaan Saudi bukanlah hal yang baru. Sejarah telah menjadi saksi praktek anti kemanusiaan yang mereka lakukan, dan yang terbaru adalah pelaksanaan eksekusi mati terhadap Ayatollah Sheikh Nimr Baqir al-Nimr.

Suara kecaman terhadap tindakan bejat mereka terdengar menggemah dan itu akan mencampakkan mereka ke dalam “keranjang sampah sejarah”.

Imam masjid al-Quds, Sheikh Maher Hammoud dalam sebuah wawancaranya dengan “Alahednews” mengutuk kejahatan keji yang dilakukan oleh Arab Saudi.

Dia berpendapat bahwa kebijakan politik ngawur Riyadh di wilayah begitu nampak,  dengan mendukung para pemberontak, pencipta kekacauan di Suriah, agresinya terhadap Yaman serta memicu perselisihan sektarian di kawasan.

Sheikh Hamoud sama sekali tanpa segan menggambarkan Arab Saudi sebagai poros fitnah  dan bencana di Timur Tengah.

Menurut keyakinannya, semua yang melanda dunia bermuara pada kebijakan politik Saudi, “Kita telah merasakan secara langsung kebuntuhan politik di Lebanon, akibat campur tangan Riyadh yang menjadi penghalang terpilihnya Presiden yang tidak ia setujui.”

Sheikh Hamoud mengecam keras kebijakan “pancung” yang palsu, dimana dalam syareat tidak ada penetapan hukuman eksekusi mati terhadap seseorang dikarenakan ia memiliki keberanian dalam memprotes kebijakan penguasa “yang tidak adil”.

Menurutnya, kritik kepada penguasa bukanlah dosa atau kejahatan, terutama ketika kritikan itu datangnya dari orang yang dikenal baik yang tidak pernah menggunakan kekerasan atau mengangkat senjata.

Sebagaimana diketahui bahwa senjata Sheikh Nimr hanyalah “mikrofon” dan “mimbar” serta “pernyataan” sikap terhadap Thogut. [Sfa/AS]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: