Artikel

Indonesia Darurat Radikalisme, Tokoh NU Jabar: Jangan Mudah Sesatkan Orang Lain

12 Desember 2015,

SALAFYNEWS.COM, BANDUNG – Belakangan ini di Jawa Barat marak gerakan anti Syiah. Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) yang intensif bergerak di beberapa kabupaten cukup merisaukan hubungan antar golongan. Berbicara Syiah, satu hal yang tak bisa dilepaskan adalah sosok KH. Jalaluddin Rakhmat, Ketua Dewan Syura Ikatan Ahlul Bait Indonesia. (Baca Surat Edaran Kemenag Jawa Barat, WASPADA Wahabi dan Ceramah Ust Athian Ali ANNAS)

Wejangan Gus Dur

Sosok Kang Jalal selama ini menjadi salah satu sasaran utama kelompok ANNAS yang dinahkodai kiai Athian Ali M. Dai. Di mata Athian, orang-orang penganut Syiah bukan masuk golongan Islam. Padahal Madzhab Syiah dan Sunni sama-sama diakui di seluruh negara Islam. (Baca )Kesaksian Putra Ulama Al-Buthi, Tidak Ada Perang Sektarian (Sunnah-Syiah) di Suriah

Hanya kelompok radikal dan Wahabi saja yang ingin adu domba Sunnah-Syiah sebagai sebuah isu Sektarian, karena mereka ingin mendirikan sebuah sistem khilafah dan mereka tidak mengiginkan jika Sunnah-Syiah bersatu itu merupakan sebuah hambatan besar bagi mereka, padahal negara kita bukan negara yang berasaskan Islam tapi berasaskan Pancasila, di beberapa negara kelompok seperti ini menyebabkan sebuah negara hancur dan kacau balau oleh ulah kelompok Khilafah yang tidak jelas ini, contoh nyata mereka hancurkan Libya, Yaman, Suriah, dan Irak. Tetapi ada satu hal yang menarik dari pandangan kiai yang berpaham Sunni, KH. Fuad Affandi. Pengasuh Pesantren Al-Ittifaq pengikut Nahdlatul Ulama ini menilai bahwa klaim sesat itu tidak boleh dilakukan karena sama saja melampaui kewenangan Tuhan. (Baca “ANNAS” Organisasi Intoleran Catut Nama Nu Ajak Musuhi Kelompok Lain)

KH AffandiAdapun urusan golongan menurut murid guru legendaris KH. Maksum (Mbah Maksum) Lasem ini merupakan sebuah pilihan untuk perantara menuju pintu Tuhan. “Kalau Kang Jalal memilih jalan Ahlul Bait sebagai jalan yang menurut beliau cocok tentu tidak bisa disalahkan. Beliau memahami hikayat Nabi secara komplit. Beliau jujur bahwa dalam hidup harus memilih jalan yang terbaik. Tak ada orang niat masuk neraka,” ujarnya.

Menurut Fuad Affandi, sosok Kang Jalal punya kualitas pribadi yang sangat baik. Karena kadar kualitasnya itulah yang membuat Kang Jalal justru harus melampaui kebanyakan orang. “Kang Jalal itu macam Gus Dur lah. Dianggap sesat, dianggap gila, dianggap nyeleneh. Itu karena Kang Jalal melampaui kualitas kepribadian banyak orang sehingga berani memilih jalan lain,” ucapnya. Ditanya apakah pemikiran-pemikiran Kang Jalal itu sesat, KH Fuad Affandi menjawab dengan rendah hati, bahwa dirinya tidak bisa sembarangan menilai seseorang. Sebab kalau hanya karena berpikir berbeda, menempuh mazhab yang berbeda lalu dianggap sesat, maka betapa banyak orang yang sesat di dunia ini. (Baca Denny Siregar: Bongkar Kebusukan Kelompok “ANNAS” Zombie Berwajah Islam)

Menurutnya, jika sekarang beliau ditanya apakah Ahlul Bait versinya Kang Jalal tersebut adalah tepat? Beliau tidak berani berkomentar karena tidak pernah masuk di dalamnya. Tetapi dia kira Kang Jalal telah melakukan sebuah keberanian yang sulit dilakukan oleh kebanyakan orang. (Baca Wawancara Eksklusif Dengan KH Alawi al-Bantani Tentang Surat Edaran Waspada Wahabi Jabar)

 Mang Haji, demikian nama akrab KH Fuad Affandi berpesan agar masyarakat tidak mudah dihasut untuk pertikaian. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam kehidupan ini untuk sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Kalau kiai kerjanya demo-demo terus, kapan dia mengajar? Lagi pula kalau memang dianggap sesat, tentu caranya tidak diperangi, tetapi diajak silaturahmi, berdialog dengan cara bijak sebagaimana diajarkan nabi. (Baca Tolak dan Lawan Kelompok Radikal yang Akan Jadikan Indonesia Seperti Suriah)

Menurut Mang Haji, prinsip dakwah itu mengajak ke jalan Tuhan. Dalam pandangannya, orang yang perlu didakwahi itu bukan orang Ahlul Bait karena kebanyakan mereka adalah santri-santri terpelajar. Justru yang banyak berpeluang tersesat itu adalah orang-orang lemah, fakir miskin karena kefakirannya itu mereka dekat dengan kekafiran.

Banyak orang yang justru menempuh jalan setan karena kefakiran dan kemiskinannya. Itu lebih penting diurus, tapi bukan dengan aliansi anti kafir atau anti sesat, melainkan dengan Aliansi Nasional Aghniya (orang-orang kaya) Sedekah. Bisa disingkat ANNAS juga.

“Ajari orang-orang fakir untuk mandiri berwirausaha, ajari orang mencari makan secara halal agar bisa beragama secara baik. Bukankah kefakiran mendekatkan pada kekafiran?” paparnya. (SFA/BerbagaiMedia)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: