Eropa

Inggris Berikan Perlindungan Diplomatik “Tzipi Livni” Penjahat Perang Israel

Salafynews.com, LONDON – Seorang aktifis anti perang mengecam pemerintah Inggris atas keputusan negara itu yang disebutnya melindungi penjahat perang.

“Hal ini merupakan kebijakan  yang amat sangat memalukan sekali, hanya karena untuk melindungi penjahat di semua level kejahatan, bukan saja hanya penjahat perang dan kejahatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap aktifis Kenneth O’Keefe kepada PressTV, Jum’at (19/6).

Ungkapan ini adalah reaksi O’Keefe terhadap keputusan pemerintah Inggis yang memberikan kekebalan diplomatik untuk mantan Menlu Israel, Tzipi Livni.

Tzipi Livni

Tzipi Livni

Politisi Uni Zionist ini melakukan perjalanan ke London awal minggu lalu guna mengambil bagian dalam Konferensi Internasional wanita Paling Berpengaruh di London.

“Yang kita lihat di Inggris kali ini adalah bahwa ada upaya terpadu dari pemerintah disini untuk memberi perlindungan terhadap para penjahat perang terutama mereka yang berasal dari Israel,” ungkap O’Keefe.

Kebijakan politik pemerintahan Inggris adalah untuk melindungi orang-orang seperti Tzipi Livni, Ehud Barak, Netanyahu atau para kriminal lain dari Israel yang telah melakukan kejahatan mengerikan termasuk diantaranya adalah menggunakan bom fosfor putih untuk menyerang masyarakat Gaza,” kata mantan marinir AS itu menegaskan.

Aktifis-aktifis anti perang dan pengunjuk rasa pro-Palesrina telah menyerukan penahanan Livni terkait kejahatannya terhadap masyarakat Gaza. Namun hingga kini otoritas Internasional terkesan tuli dengan semua tuntutan tersebut.

Sebagai Menteri Luar Negeri Israel selama Perang 2008-09 di Gaza, Livni terlibat dalam keputusan untuk mengambil tindakan militer menanggapi serangan roket yang berasal dari Jalur Gaza. Serangan roket  dari Gaza itu sendiri adalah serangan balasan dalam menanggapi serangan rudal Israel sebelumnya yang dilancarkan pada 4 November 2008, ketika tentara IDF membunuh beberapa pejuang Hamas dalam serangan militer.

Kenneth O’Keefe

Kenneth O’Keefe

Livni kemudian memberikan pernyataan kepada wartawan kala itu: “Kami telah membuktikan kepada Hamas bahwa kedudukan kini berbalik. Israel bukan negara di mana anda bisa  menembakkan rudal dan tidak merespon. Ini adalah negara yang saat anda menyerang warganya ia merespon dengan sangat liar, dan ini adalah hal yang baik”.

Sebuah penyelidikan PBB telah dilakukan dan juga telah menemukan bukti-bukti bahwa Israel telah menggunakan kekuatan berlebihan dan sangat  tidak adil yang berdampak luas kepada warga sipil. Para tentara Israel ini bahkan menggunakan warga Palestina sebagai perisai manusia dengan memaksa mereka untuk memasuki rumah yang kemungkinan dipasangi bom.

Sekitar  926 warga sipil Palestina tewas dalam serangan tersebut menurut Pusat Hak Asasi Manusia untuk Palestina.(SFA/LM/presstv/rt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: