Internasional

Ini Janji Hizbullah Hadapi Tekanan Saudi dan AS

Sabtu, 07 Mei 2016

BEIRUT, Salafynews.com  –  Sayyed Hassan Nasrallah, sekretaris jenderal gerakan perlawanan Hizbullah, Lebanon, bersumpah bahwa gerakan perlawanan Hizbulah akan menjadi lebih kuat dari serangan dan ancaman pembunuhan. Pernyataan Nasrallah disampaikan disela-sela pidato yang disiarkan televisi di ibukota Lebanon, Beirut, pada Jumat malam (06/05).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Support Resistance Islam, Nasrallah menyatakan kesediaan gerakan yang dipimpinnya untuk mengatasi tantangan baru dan sanksi keuangan yang mungkin saja akan diberlakukan. “Hizbullah akan mengalahkan musuh-musuhnya” imbuhnya.

Dia sekali lagi mengkritik Arab Saudi atas pelabelan Hizbullah sebagai organisasi teroris, dan mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk menodai reputasi gerakan perlawanan anti zionis ini demi menyenangkan Amerika Serikat.

Nasrallah menambahkan bahwa rezim Saudi gagal meyakinkan sesama negara Muslim untuk mendukung sikapnya terhadap Hizbullah, dan menambahkan bahwa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tidak hanya kali  ini saja mencapai kesepakatan dalam pernyataan akhir terhadap gerakan perlawanan.

“Terima kasih kepada Indonesia, Irak, Tunisia dan Aljazair serta negara lain yang mendukung perlawanan terhadap penjajahan Israel juga dukungan tak tergoyahkan Iran” tambah Nasrullah.

Menurut Nasrullah Suriah dilumat perang yang panjang karena dukungan negara itu untuk gerakan perlawanan di Palestina dan Lebanon sembari menambahkan AS dan Israel menarget Hizbullah dan para pendukungnya.

Arab Saudi, adalah pendukung utama militan Takfiri, yang menyulut konflik di Suriah dan Yaman dalam upaya untuk menggagalkan upaya perdamaian di kawasan.

Kerajaan Al Saud telah lama membidik Hizbullah, yang telah memerangi ekstremis yang didukung Saudi di Suriah dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

Awal tahun ini, Menteri Luar Negeri Lebanon Gibran Bassil menolak aliansi permusuhan yang digagas oleh Arab Saudi terhadap Republik Islam Iran, dan menuntut janji Riyadh untuk bantuan militer senilai $ 4 milyar ke Libanon dan menuntut permintaan maaf.

Aliansi yang dipimpin Arab Saudi berusaha mengutuk Teheran atas serangan pada gedung diplomatik Saudi Januari silam. Serangan terjadi selama protes damai untuk menentang eksekusi terhadap ulama terkemuka, Sheikh Nimr al-Nimr.

Beberapa laporan media lokal Lebanon, mengatakan Saudi menerapkan tekanan untuk menjamin pembebasan dari anggota keluarga kerajaan yang ditahan di Libanon sejak Oktober lalu atas tuduhan narkoba.

Abdul-Mohsen al-Walid Al Saud ditahan di Beirut setelah pihak berwenang menyita dua ton pil amphetamine sebelum barang haram itu dimuat ke pesawat pribadinya. (SFA/TASS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: