Eropa

Ini Jawaban Putin Atas Ekspansi NATO di Perbatasan Rusia

Jum’at, 23 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyerukan untuk memperkuat potensi nuklir militer negara itu dalam menanggapi ekspansi NATO di dekat perbatasan Rusia. (Baca: Menhan Rusia Umumkan “Perang” dengan NATO dan Barat)

“Kita perlu memperkuat potensi kekuatan nuklir strategis, terutama dengan rudal yang mampu menembus apapun sistem pertahanan rudal yang ada dan prospektif,” kata Putin pada pertemuan Kementerian Pertahanan di ibukota, Moskow, TASS melaporkan pada hari Kamis (22/12).

Presiden Rusia memperingatkan bahwa rencana pembangunan militer oleh aliansi militer Barat yang dipimpin AS di dekat perbatasan Rusia bisa mengubah keseimbangan kekuasaan di wilayah tersebut.

“Kita harus hati-hati memantau setiap perubahan keseimbangan kekuatan dan dalam situasi politik-militer di dunia, terutama di sepanjang perbatasan Rusia, dan mempercepat adaptasi untuk menetralisir ancaman terhadap negara kita,” kata pemimpin Rusia.

Para pejabat senior Rusia telah menekankan bahwa peningkatan yang direncanakan oleh NATO atas kehadiran militernya di Baltik dan Polandia, dekat Rusia, tidak akan terjawab. Mereka mengatakan NATO menggunakan ancaman Rusia untuk memperluas daerah kekuasaan ke arah timur.

Duta besar Rusia untuk NATO, Alexander Grushko, mengingatkan pada akhir Oktober bahwa pembangunan militer yang direncanakan dekat perbatasan Rusia tidak memiliki nilai anti-terorisme dan tidak memperkuat keamanan Eropa, tapi menciptakan “risiko yang jelas.”

NATO dan Amerika Serikat juga terlibat dalam eksplorasi aktif di perairan Laut Hitam dengan platform tempur multi-fungsional. (Baca: Mantan Menlu Suriah: Jika NATO Serang Suriah, Kami akan Bombardir Tel Aviv dengan Rudal)

NATO menangguhkan hubungan dengan Moskow pada bulan April 2014, setelah Crimea Peninsula dalam referendum memberikan suara untuk bergabung dengan federasi Rusia pada bulan sebelumnya.

jet tempur Norwegia dan Italia patroli di Baltik dari sebuah pangkalan udara di Lithuania, 20 Mei 2015. (Foto Reuters)

Di tempat lain dalam sambutannya, Putin mengatakan militer Rusia telah berhasil menunjukkan kemampuannya melawan kelompok teroris di Suriah. “Tentara Suriah mendapat dukungan yang cukup, dalam beberapa operasi sukses melawan militan,” katanya.

Rusia telah melakukan serangan udara terhadap Daesh dan kelompok teroris lainnya di Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus sejak akhir September 2015. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: