Nasional

Inilah Beda Bu Risma dengan Aher dan Deddy Mizwar Cara Tangani Banjir

Selasa, 31 Mei 2016,

SURABAYA, SALAFYNEWS.COM – Hujan deras mengguyur Surabaya kemarin mengakibatkan banjir di beberapa tempat, namun tunggu dulu, walikota Surabaya bukan seperti Gubernur/Wagub Jawa Barat kompak menangis dan malah sang wagub mempersalahkan Ahok. Ibu Risma langsung tanggap jika ada genangan air. Saya sendiri pernah jadi saksi hidup betapa beliau sigap meskipun tengah malam turun langsung ke lokasi banjir bersama tim dan alat-alat berat.

Atas kesigapan Bu Risma yg mau turun langsung menangani banjir bersama timnya, alhasil beberapa titik banjir pun kurang dari 2 jam sudah surut kembali. Menangani banjir itu turun langsung bersama alat berat, bukan diplototin aja sambil baca mantra, tukas Yusuf Muhammad yang menulis di Akun Facebooknya.

Meski genangan di beberapa kawasan di Surabaya mulai surut, namun Babadan, Dupak masih tergenang parah. Satu unit backhoe dikerahkan untuk normalisasi saluran.

Normalisasi saluran di Babadan dipimpin langsung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang datang ke lokasi untuk memantau dan memberikan arahan pada petugas Dinas PU, Bina Marga, dan Pematusan.

Kepala Dinas PU, Bina Marga, dan Pematusan Erna Purnawati mengungkapkan, genangan di kawasan Demak kali ini paling parah dibandingkan genangan sebelumnya.

“Ini paling parah. Biasanya hujan reda langsung surut,” kata Erna pada detikcom disela sela normalisasi selokan Babadan, Senin (30/5/2016).

Erna menambahkan, genangan tinggi juga disebabkan pasangnya air laut sehingga pintu air yang berbatasan dengan laut terpaksa ditutup.

Selain normalisasi, PKL di sepanjang Jalan Demak juga ditertibkan Satpol PP karena lokasi mereka berjualan menutup akses selokan. Penertiban ini dipimpin langsung Kasatpol PP Irvan Widyanto.

“Warung warung di Demak ini terpaksa kami tertibkan. Karena posisinya berdiri diatas selokan,” ujar Irvan.

Pantauan detikcom, genangan air di Jalan Demak sekitar 20 cm sepanjang 200 meter dua arah. Sejumlah petugas Satpol PP dan Dinas PU Bina Marga bergantian melakukan pengaturan lalu lintas agar pengendara memperlambat laju kendaraannya ketika melintas genangan.

Sedangkan Satpol PP perempuan (Satpoltik) melakukan sosialisasi kepada pemilik warung sebelum melakukan penertiban. (SFA/DetikNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: