Amerika

Inilah Benturan Hebat yang Akan Dihadapi Trump di Awal Masa Jabatannya

Selasa, 03 Januari 2017 – 01.00,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Anggota Komite Intelijen di parlemen Amerika, Adam Schiff menjelaskan bahwa Kongres Amerika akan menjatuhkan sanksi yang lebih keras terhadap Rusia, ketika presiden AS terpilih Donald Trump mencabutnya. (Baca: Amerika dan Rusia Diambang Perang Besar)

Schiff mengatakan dalam sebuah wawancara dengan channel televisi “ABC” pada hari minggu (01/01) bahwa, “Kami percaya bahwa kami harus bekerja lebih giat, kami tidak percaya bahwa langkah-langkah yang telah diambil cukup untuk mengendalikan Rusia, dan kalian akan melihat dua partai yang ada di Kongres akan mendukung sanksi yang keras untuk Rusia”.

Schiff mengatakan bahwa presiden terpilih, Donald Trump akan menghadapi “reaksi keras” dari Kongres jika ia memutuskan untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintahan Obama terhadap Rusia. Ia menambahkan bahwa, “Saya yakin bahwa pemerintah setelah itu akan mendukung sanksi yang lebih keras terhadap Rusia”. (Baca: Perang Diplomatik Antara Rusia dan Amerika)

Sean Spicer, juru bicara Presiden AS terpilih Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan pada hari Minggu (01/01) bahwa, “Donald Trump bermaksud untuk melakukan ”beberapa hal penting” begitu ia menerima kekuasaan di Gedung Putih, dan di antara hal-hal yang akan ia lakukan adalah mengeluarkan kepres untuk mencabut keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintahan Obama”.

Rencananya Donald Trump akan menjabat secara resmi sebagai presiden AS pada tanggal 20 Januari 2017 mendatang, seperti dilansir oleh kantor berita Arabic.rt (02/01).

Perlu diingat, bahwa pemerintahan Barack Obama pada kamis lalu (29/12) telah memberikan sanksi diplomasi pada Rusia dengan menetapkan 35 diplomat Rusia sebagai “persona non grata” di wilayah Amerika Serikat dan memberikan mereka waktu 72 jam untuk meninggalkan wilayah Amerika Serikat.

Gedung Putih berpendapat bahwa Rusia melakukan intervensi dalam pemilihan presiden AS lalu dan pihak keamanan Amerika menuduh Rusia melancarkan cyber attack terhadap Partai Demokrat selama kampanye pemilu AS untuk mempengaruhi hasil pemilihan presiden yang dimenangkan oleh calon dari Partai Republik Donald Trump yang mengungguli saingannya dari Partai Demokrat Hillary Clinton. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: