Nasional

Inilah Dua Revolusi Kultural yang di Agendakan Calon Kapolri di Tubuh Polri

Sabtu, 02 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Komjen Tito Karnavian tinggal menunggu dilantik Presiden Jokowi untuk resmi menjadi Kapolri. Tito bicara soal seberapa tegas dia terhadap perwira tinggi Polri yang belum memberikan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke KPK.

“Akan kita berlakukan sanksi internal secara bertahap, supaya jangan terjadi goncangan internal,” kata Tito usai upacara HUT Bhayangkara di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016). (Baca: Komjen Tito Karnavian Dilantik Jadi Kapolri Setelah Hari Bhayangkara)

Tito mengatakan, perbaikan melalui mekanisme pencegahan harus paralel dengan peningkatan kesejahteraan. Sebab jika ditekan tanpa memperbaiki sistem kesejahteraan, dikawatirkan bisa terjadi goncangan.

“Ini membutuhkan bantuan eksternal. Contohnya tunjangan kinerja yang baru 57 persen, take home pay anggota kecil mereka relatif rendah,” paparnya. (Baca: Smart Ide Jokowi Pilih Calon Kapolri “Komjen Tito Karnavian”)

“Anggota polisi terendah hampir sama dengan upah minimum regional, otomatis kita tanggung jawabnya besar. Kita harus berusaha perbaiki,” sambungnya.

Lebih jauh, kata Tito, ada dua revolusi kultural yang dilakukan dalam upaya menekan budaya pro koruptif. Pertama masalah budaya korupsi yang harus ditekan dan kedua soal perilaku yang humanis.

“Dua itu yang harus kita kembangkan di Polri,” tutupnya. (SFA)

Sumber: DetikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: