Amerika

Inilah Kebohongan Terbaru Hillary Clinton Terkait ISIS

Rabu, 17 Agustus 2016,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Inilah kebohongan terbaru Hillary Clinton terkait ISIS. Munculnya gerakan Islamic State of Iraq and Suriah ( ISIS) tidak hanya membuat dunia barat takut, tetapi juga Umat Islam sendiri. Bahkan tak sedikit umat Islam yang menyebut ISIS sebagai kelompok teroris yang harus dibasmi dan berfaham (wahabi) sesat. (Baca: MENOLAK LUPA ! VIDEO : Hillary Clinton Akui ISIS Sengaja Diciptakan Amerika untuk Pecah Belah Islam)

Tapi baru-baru ini mantan Menlu AS Hillary Clinton membuat sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan. Dalam buku terbarunya yang berjudul “Hard Choice”, Hillary mengakui bahwa ISIS adalah sebuah gerakan yang sengaja dibuat oleh Amerika Serikat untuk memecah belah Timur Tengah dan Islam. (Baca: Pengakuan Mengagetkan AS Tentang “Aset” Mereka di Suriah)

Dikutip dari harian Mesir, Elmihwar,  ISIS dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013 oleh pemerintah AS bersama negara sekutunya.

Dalam bukunya, Hillary mengatakan jika Amerika telah mengunjungi 112 negara dan bersama negara sekutu mereka sepakat untuk mengakui sebuah negara Islam. (Baca: Wikileaks Retas Email Hillary Clinton, Perang Sektarian Modal Barat Hancurkan Islam)

Dan kampanye terbaru dari calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari partai Demokrat, Hillary Clinton menyatakan, tidak akan pernah ada operasi darat melawan ISIS jika dia menjadi Presiden AS. Ini berarti, tidak akan ada tentara AS yang bakal dikirim ke Suriah dan Irak untuk melawan kelompok tersebut.

Berbicara di depan pendukungnya di Scranton, Pennsylvania, Clinton menegaskan, dia tidak akan seperti Donald Trump. Menurut Hillary, gagasan untuk melakukan operasi darat di Suriah akan ditolaknya mentah-mentah jika ia menjadi Preiden AS kelak.

“Donald (Trump) telah berbicara banyak mengenai ISIS. Dia berbicara tentang pengiriman pasukan darat, pasukan darat Amerika. Tapi, hal semacam itu akan saya singkirkan sejauh mungkin,” ucap Hillary, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (16/8). (Baca: Inilah Bukti Hillary Clinton Antek Zioinis ‘Israel Adalah Pelita Cahaya di Dunia’)

Namun, sejumlah pihak meragukan komitmen Hillary akan hal tersebut. Keraguan ini muncul karena saat Hillary menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS, Hillary adalah orang di balik kebijakan-kebijakan agresif AS di luar negeri.

Salah satu kebijakan AS yang pernah disetujui Hillary adalah operasi militer ke Libya untuk melengserkan Moammar Khadafi. Operasi militer itu memang sukses melengserkan Khadafi, namun dampaknya saat ini Libya terjebak dalam perang saudara, yang diakibatkan oleh perebutan kekuasaan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: