Artikel

Inilah Misteri Kelompok Khilafah Anti NKRI Serang Densus 88 dan NU

30 Maret 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh dunia maya Abu Janda Al-Boliwudi adalah tokoh pemerhati tentang gerombolan anti NKRI dan pemakar NKRI, serta pakar di bidang perang melawan Wahabisme dan radikalisme di Indonesia. Analisa Abu Janda Al-Boliwudi tentang para penyandera dari kelompok Abu Sayyaf yang berideologi Wahabi dan berafiliasi dengan ISIS tengah menyandera 10 WNI, berikut ulasannya:

MARI KITA BERDOA SEJENAK

Lagi-lagi Ustad mau mengajak para Santri ponpes al-facebooki meluangkan waktunya sejenak untuk mendoakan keselamatan 10 warga negara Indonesia yang DISANDERA di Filipina oleh Teroris Wahabi Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan ISIS. (Baca: Sandera 10 Awak Kapal Indonesia, Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 14,3 Miliar)

Teroris Abu Sayyaf berideologi Wahabi

Berita terakhir yang Ustad terima.. 10 WNI tersebut adalah awak kapal dari Tugboat (kapal penarik tongkang) batubara yang bertolak dari Banjarmasin kemudian dibajak oleh teroris Wahabi Abu Sayyaf saat memasuki perairan FIlipina.

Teroris Wahabi Abu Sayyaf telah melayangkan permintaan TEBUSAN kepada pemerintah RI senilai 50 juta peso, atau sekitar 14 miliar Rupiah sebagai “mahar” untuk pembebasan 10 WNI tersebut. (Baca: Abu Sayyaf demands US$1 million for Indonesia-flagged vessel taken hostage)

DUNIA DARURAT WAHABI

Abu Sayyaf adalah militan sayap dari pemberontakan Moro yang telah menbuat onar di negara Filipina selama lebih dari 4 dekade. Seperti GAM di Aceh, Moro dan Abu Sayyaf melakukan makar menuntut pendirian “negara Islam” di sebuah propinsi di Filipina. (Baca: Abu Sayyaf)

Saat kemunculan ISIS tahun 2014, Abu Sayyaf banting setir berbai’at kepada Emir ISIS Abu Bakr Baghdadi menjadi grup teroris Wahabi berafiliasi dengan ISIS seperti Grup Santoso di Poso. Sejak saat itu, Abu Sayyaf kerap melakukan penculikan dan meminta tebusan meniru gaya ISIS di Irak.

WAHABI, juga dikenal dengan SALAFI (Manhaj Salaf) adalah aliran yang dibawa oleh ulama Saudi M.Bin Abdul Wahhab yang dianut oleh terorisme global Osama Bin Laden, Al-Qaeda, Amrozi, ISIS, Boko Haram, Grup Santoso, sampai Abu Sayyaf Filipina. (Baca: Abu Janda Al-Boliwudi: Kelompok Khilafah, Wahabi, Teroris Serang Pemerintah, TNI dan POLRI)

Wahabi menjadi sangat ekstrim berkat doktrin “TAKFIR”, sebuah fatwa yang memperbolehkan menetapkan siapa saja “KAFIR” secara sepihak dan subyektif, lalu menghalalkan darahnya. Fatwa ini TIDAK digunakan oleh Islam SUNNI Ahlus Sunnah (Islam Ori) yang dipeluk oleh mayoritas Muslim dunia.

PEREKRUTAN SDM UNTUK PERANG

Selama lebih dari 1 dekade terakhir sejak pasca serangan 911, dunia Islam berada dibawah serangan WAHABISASI yang mencitrakan “Islam Sadis dan Haus Darah”, mengajarkan glorifikasi memuja teroris sebagai “Mujahidin” (pejuang Allah).

Indonesia termasuk salah satu target Wahabisasi, menjelaskan berbagai intoleransi yang terjadi di tanah air selama 10 tahun terakhir. TUJUAN AKHIRNYA adalah demi memudahkan perekrutan SDM untuk kepentingan perang di Timur Tengah.

Makanya Islam harus dipromosikan sadis dan haus darah, karena bila citra “islam damai” maka akan sulit untuk membodohi Muslim untuk pergi ke Suriah bergabung dengan ISIS. Sebuah program cuci otak untuk menciptakan mesin-mesin pembunuh yang siap mati dengan suka cita.

Ini juga alasan mengapa terjadi PENGKAFIRAN terhadap para pendakwah “Islam damai”, karena bertentangan dengan AGENDA negara-negara Arab dan mengancam investasi Petro Dollar yang telah mereka guyurkan untuk meradikalisasi Indonesia.

NU dan DENSUS 88

Dua hal yang membuat NKRI masih berdiri dan Pancasila masih sakti melawan serangan Wahabisasi.. adalah NAHDLATUL ULAMA (jama’ah Islam Nasionalis) dan DENSUS 88, kedua ini berada di garda depan menghadang laju Wahabisasi. Mulai tahun 2015 TNI pun ikut bantu Densus 88 gempur grup ISIS Santoso. (Baca: Abu Janda Al-Boliwudi: Saya Bangga Punya Densus 88)

Jadi tidak usah heran bila serangan terhadap NU dan Densus 88 begitu gencar bertubi-tubi, berupa fitnah sampai demo menuntut pembubaran dilakukan oleh kaum SAWAH (Salafi Wahabi) yang ciri-cirinya gemar “SALAM SATU JARI”. (Baca: NU Target Utama Takfiri)

Mari berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing untuk keselamatan 10 WNI yang ditawan, juga demi kelancaran negosiasi dengan pemerintah RI agar berjalan mulus tanpa harus jatuh korban, kecuali korban di pihak Wahabi, aamiiin. (SFA)

Sumber: Fanpage Abu Janda Al-Boliwudi

2 Comments

2 Comments

  1. nurfaizun

    March 31, 2016 at 9:37 am

    semoga kita sll di jaga oleh allah tetap pada garis yg benar indallah wa indannas

  2. Pingback: Prof Sumanto Al-Qurtuby: Sistem Khilafah Itu Sekuler Bukan Religius | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: