Fokus

Inilah Perang Politik Gelap Kader PKS Jonru di Rawajati

Sabtu, 03 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Relokasi di Rawajati ramai di media online maupun televisi, dan yang jelas Ahok jadi sasaran empuk oleh para lawan politiknya dan juga para pembenci Ahok. Salah satunya adalah Jonru seorang kader PKS yang memanfaatkan situasi ini untuk promo ‘Perang Gelap’ politiknya dengan menjadi bak seorang pahlawan yang baru turun dari langit, dengan mimik iba dan kasihan mengangkat berita tentang Ilyas Karim se akan-akan sebagai tokoh Pengerek bendera merah putih yang terdholimi, memang kasihan kakek ini namun yang jadi masalah kenapa Jonru memanfaatkannya dengan cara bohong. Salah satu pegiat media sosial Yusuf Muhammd menulis tentang Modus Jonru di Rawajati. Berikut tulisannya:

Ilyas Karim dan Jonru

MODUS JONRU DIBALIK ILYAS KARIM

Ilyas Karim seorang kakek berumur 89 th mengaku sebagai lelaki yang ada di foto saat pengibaran bendera Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Ia seakan jadi orang yang di dzolimi oleh Ahok akibat jadi Korban Gusuran di Rawajati beberapa hari yang lalu. Ia juga menolak direlokasi di Rusun Marunda yang telah disipakan oleh Pemprov DKI. (Baca: Denny Siregar: ‘Kacamata Benar dan Salah’ Lihat Kemana Jonru Berpihak)

Hal tersebut pun seakan menjadi senjata ampuh bagi para pembenci Ahok untuk melancarkan provokasinya, dan lagi-lagi kaum “sumbu lemah” dan “unyu-unyu” lah yang menjadi korbannya.

Saat mendengar informasi tersebut saya sempat tersentuh dan ingin marah, apa benar demikian?

Saya coba menahan diri tidak menulis hal tersebut sebelum tahu jelas permasalahannya. Saya juga tidak langsung memanfaatkan kejadian itu dengan membuka penggalangan dana dan mencaci maki Ahok seperti yang dilakukan Jonru, kader PKS yang bernafsu tinggi menyerang Ahok melalui halaman Fanpage facebook miliknya. (Baca: Yusuf Muhammad: JONRU, SANG DAJJAL MEDSOS)

Itu hanya modus Jonru untuk mendapatkan simpati dan umpeti.

Menurut berbagai sumber informasi yang saya dapat, banyak sejarawan yang menyebut bahwa lelaki yang mengibarkan bendera saat 17 Agustus 1945 bukanlah bernama Ilyas melainkan Suhud. Hal itu juga dikatakan oleh Fadli Zon, kader Gerindra yang kini menjabat wakil ketua DPR RI.

Namun demikian, meskipun pernyataan pak Ilyas yang mengaku sebagai pengibar bendera masih dalam perdebatan, namun setidaknya ia telah mendapatkan apartemen mewah karena kabar yang sempat mencuat terkait dirinya sebagai pengibar bendera. (Baca: Jonru Simbol Fitnah di Dunia Internet)

Pada th 2011, pak Ilyas pernah menerima hadiah unit apartemen di Kalibata City dari pengembang Kalibata City, PT Pradani Sukses Abadi. Namun demikian, menurut General Manager Badan Pengelola Kalibata City Evans Wallad, apartemen tersebut telah dijual pak Ilyas per September 2015.

Jika benar, mengapa pak Ilyas menjual apartemennya dan memilih kembali menduduki tanah negara? Jika banyak informasi menyebutkan bahwa lelaki pengibar bendera saat proklamasi bernama Suhud, lalu apa mungkin Suhud telah berganti nama jadi Ilyas? Ah sudahlah mungkin hanya Mukidi yang tahu. (Baca: Jonru Wahabi KADER PKS SANG Ahlul Fitnah WAL HOAX)

Benar atau tidak pengakuan pak Ilyas tentu perlu pembuktian, saya tak ingin seperti kaum “sumbu lemah” yang hanya mendengar pengakuan dari satu pihak lalu langsung menyebar meme-meme memalukan bertulisan “Ahok mendzolimi pejuang, Ahok penjajah pribumi,” dan Ahok bla bla bla, pokoknya Ahok gak ada baiknya.

Pemikiran-pemikiran seperti itu hanya akan memprovokasi dan menyesatkan. Saya percaya bahwa dengan izin Tuhan maka siapa tentang pak Ilyas yang sebenarnya akan terungkap. (SFA)

Sumber: Fanpage Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: