Internasional

ISIS Penggal Pakar Arkeologi Suriah Karen Tolak Tunjukkan Harta Karun

SURIAH, Salafynews.com – Kelompok militan ISIS mengeksekusi mati pakar arkeologi di kota Palmyra, Suriah, Selasa lalu. Alasannya, korban menolak menunjukkan lokasi harta karun di kota bersejarah tersebut.

Seperti diberitakan SANA, Rabu (19/8) tubuh Khaled al-As’ad tergantung di jalanan kota Palmyra, dan kepalanya diletakkan di antara kedua kakinya. Pria 82 tahun itu dipenggal di depan umum, seperti disebutkan oleh Rami Abdulrahman dari lembaga Syrian Observatory for Human Rights.

As’ad adalah professor arkeologi dan mantan manajer umum museum barang antik di Palmyra. Menurut Maamoun Abdulkarim, direktur Departemen Antik dan Museum Suriah pada SANA, As’ad tewas karena melindungi harta karun bersejarah peninggalan masa lampau di Palmyra. Baca (

Abdulkarim mengatakan, selain tidak ingin berbaiat pada ISIS, As’ad menolak memberitahu lokasi harta karun arkeologi dan dua peti emas yang diduga berada di kota itu.
Pakar_Arkeologi_Palmyra
“Dia menolak. Dia bilang ‘Apa pun yang terjadi, terjadilah. Saya tidak bisa menentang hati nurani.’ Dia memiliki kepribadian yang kuat dan menolak tunduk pada siapa pun,” ujar Abdulkarim.

Mantan wakil menteri urusan kebudayaan dan sejarah Suriah Abdulrazzaq Moaz mengatakan bahwa kematian As’ad adalah sebuah bencana.

“Khaled Al’As’ad adalah Palmyra di hati semua orang. Dia adalah orang yang hebat, salah satu cendekiawan paling senior yang dimiliki Suriah,” ujar Moaz.

Kota Palmyra yang terletak di timurlaut Damaskus dijuluki sebagai “pengantin dari gurun” karena koleksi reruntuhan bersejarahnya yang luar biasa. Kota ini merupakan rute perdagangan yang menghubungkan Persia, India dan China di masa Kekaisaran Romawi.

Sejarawan Inggris dan penulis novel Tom Holland menggambarkan Palmyra sebagai “campuran yang menakjubkan dari pengaruh Iran dan klasik yang berpadu dengan Arab.”

ISIS menguasai kota yang masuk dalam situs Warisan Dunia UNESCO itu sejak Mei lalu. Di kota ini ISIS menghancurkan benda-benda bersejarah yang dianggap berhala, termasuk makam-makam tokoh-tokoh Islam.

Diduga juga, ISIS menjual barang-barang antik di pasar gelap, menjadi salah satu sumber pemasukan besar bagi operasional mereka di Timur Tengah. [SANA/SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: