Artikel

ISIS Predator Ciptaan Saudi-Israel Untuk Acak-acak Timur Tengah dan Islam

12 Januari 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Ada pertanyaan yang sangat menarik dari salah seorang sahabat saya yang selama puluhan tahun ini tinggal di Eropa dan menjadi pentolan aktivis pergerakan Indonesia disana. Katanya, adakah faktor-faktor dari ajaran Islam hingga orang-orang Islam banyak yang mendukung ideologi ISIS? Mengapa pula kaum terpelajar Islam Indonesia yang berada di Eropa serta kaum mualaf yang dari dan tinggal di Eropa begitu banyak yang mendukung ISIS, bahkan sebagian dari mereka menjadi pengikut ISIS? Apakah ada kelemahan dari Islam Moderat hingga mereka meninggalkannya dan beralih kepada kelompok ekstrim dan radikal seperti ISIS?

#IndonesiaDaruratTakfirisme

Terhadap pertanyaan sahabat penulis diatas, saya menjawabnya demikian, bahwa jika kita mencari dasar argumentasi pilihan politik seperti itu dari ajaran Islam tentulah tidak akan dapat ditemukan. Karena tidak ada satu seruanpun dalam ajaran Islam yang memperbolehkan seseorang atau segolongan orang muslim untuk memusyrik-musyrikkan dan mengkafir-kafirkan, terlebih membunuh saudara seagamanya sendiri, tanpa alasan yang sangat kuat. Oleh karenanya, berusaha mencari dasar argumentasi dari ajaran Islam untuk dijadikan sebagai salah satu faktor alasan mengapa organisasi teroris seperti ISIS mendapatkan banyak dukungan dari kalangan kaum muslimin sendiri tidaklah akan pernah dapat ditemukan. Lain halnya jika kita mencari-cari argumentasi dari sebuah alasan mengapa mereka menjadi pendukung-pendukung ISIS melalui argumentasi politik, ekonomi dan ideoligi kita pasti akan dapat dengan mudah menemukannya disana. (Baca: Israel, Saudi, Turki, Yordania Kompak Bantu Suplai Senjata Teroris Suriah)

Dari sisi argumentasi politik misalnya: ketakutan yang besar Arab Saudi dan Israel akan semakin melebarnya pengaruh politik Negara Revolusi Islam Iran di kawasan Timur Tengah dan di negara-negara Islam yang jauh dari Timur Tengah seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia. Iran yang kritis terhadap hegemoni Barat dan Israel di Timur Tengah adalah Iran yang mandiri, Iran yang diplomatis, Iran yang kreatif dan dinamis, Iran yang sangat produktif dalam memproduksi dan berinovasi tekhnologi-tekhnologi baru yang dapat digunakan untuk mempercanggih sistem peralatan militer negaranya sendiri serta negara-negara sekutunya. Hal ini tentu membuat Raja Arab Saudi, yakni Raja Salman merinding mengingat ia selama ini begitu asyik bermanja ria dengan glamour kemewahan kehidupannya pada Barat (Amerika-Eropa) hingga ia harus bermanis-manis ria dengan Israel. Prilaku penguasa Arab Saudi yang seperti ini tentu membuat kesal negara-negara yang selama ini kritis pada Barat, seperti Iran, Irak, Suriah, Lebanon dengan Hizbullahnya, Palestina dll. (Baca: Pertemuan Saudi-Israel di Washington Setelah Setahun Koordinasi)

Arab Saudi sangat sadar diri dengan situasi seperti ini, maka Arab Saudi menciptakan Pasukan Predator bayaran, yakni ISIS untuk mengganggu stabilitas politik di negara-negara yang selama ini kritis padanya (Penguasa Arab Saudi dan Qatar), dan bahkan sebisa mungkin menjatuhkan penguasa-penguasa negaranya. Itulah yang selama ini terjadi di Suriah, hingga jangan heran 70% dari pasukan pemberontak Pemerintahan Bashar Al-Ashad didatangkan dari berbagai negara diluar Suriah. Siapakah donatur utamanya? Jelaslah Arab Saudi dan Qatar! Sedangkan Turki hanya memanfaatkan perdagangan gelap minyak dengan ISIS melalui menantu Erdogan yang tiada lain adalah mafia minyak. (Baca: Menteri Perminyakan Suriah Bongkar Transaksi Gelap Turki dengan Teroris ISIS)

Untuk mendapat dukungan dan simpati dari banyak negara Islam termasuk para mualaf-mualafnya di berbagai kawasan, maka Arab Saudi melalui ISIS nya membuat propaganda-propaganda seperti gerakan penyesatan Syiah, pembid’ahan dan pensyirikkan ulama-ulama Sunni dan Syiah yang kritis pada gerakan Wahabi Takfiri dll.nya. Bagi masyarakat muslim yang kurang kecerdasannya, dangkal pengetahuan Islamnya akan mudah diseretnya untuk memasuki dan mendukung kelompok mereka (ISIS). (Baca: Stempel Syiah Cara Wahabi, Teroris Serta Kelompok Radikal Padamkan Cahaya Qur’an dan Sunnah yang Cinta Persatuan)

Dan setelah sekian lama dilatih dan dicuci otaknya mereka akan menjadi monster-monster baru yang radikal, ekstrim, gemar menyesatkan dan mengkafir-kafirkan saudara seagamanya sendiri, yang pada akhirnya merekapun gemar membunuh atas nama jihad pada saudara-saudara seagamanya, terlebih pada mereka yang jelas-jelas non muslim. Akhirnya, semoga kita semua selalu dibimbing dan dilindungi Tuhan. Wallahu a’lam bissawab. Wassalam…(SHE). (SFA)

Saiful Huda Ems (SHE). Pemerhati Politik dan Kehidupan Umat Beragama di Indonesia.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Polisi Spanyol Tangkap 7 Pengumpul Dana ISIS dan Al-Qaeda | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: