Internasional

Israel Dalang Dibalik Pembunuhan Para Ilmuwan Iran

Salafynews.com, TELAVIV – Menteri Pertahanan Israel pada hari Jum’at (7/8) kemarin mengisyaratkan bahwa agen intellijen negara Yahudi itu adalah dalang dibalik kasus pembunuhan ilmuwan nuklir Iran.

moshe ya'alon

Moshe Ya’alon

Dalam wawancara dengan surat kabar berbahasa Jerman, Der Spiegel, Moshe Ya’alon mengatakan bahwa ia tidak mau bertanggung jawab terhadap harapan hidup ilmuwan-ilmuwan Iran.

“Pada akhirnya itu sangat jelas, dalam satu dan lain hal, program militer nuklir Iran harus dihentikan,” ungkap Ya’alon. “Kami akan bertindak dengan cara apapun dan tidak bersedia untuk mentolerir Iran yang bersenjata nuklir. Kami lebih suka  diberlakukan pemberian  sanksi,  bagaimanapun juga Israel harus mampu mempertahankan diri. “

Dalam wawancaranya dengan Der Spiegel, Ya’alon mengulang lagi pendiriannya yang mengatakan bahwa negoisasi nuklir antara kekuatan dunia dan Iran adalah sebuah “kesalahan bersejarah”. Ia menyebut-nyebut kesepakatan dengan Iran akan menjadikan negara itu untuk tetap mampu menjadi negara di ambang batas nuklir dan nantinya akan diizinkan untuk memperkaya uraniumnya bahkan sebelum satu dekade ke depan.

Ya’alon mengatakan bahwa pengangkatan sanksi ekonomi atas Iran akan menjadikan negara itu seperti mendapatkan ‘rezeki nomplok’ ratusan miliar dolar yang akan memudahkan mereka membantu negara-negara Islam yang lain. Menhan Israel itu mengekspresikan ketakutannya dengan mengatakan bahwa kesekapakatan itu tidak mengindahkan rudal-rudal yang setiap saat bisa saja membahayakan Israel dan sebagian negara-negara Eropa.

Awal tahun ini, pejabat senior Iran mengatakan bahwa pasukan elit Garda Revolusinya berhasil menggagalkan upaya pembunuhan agen mossad terhadap salah satu ilmuwan nuklirnya.

“Dalam dua tahun terakhir, Zionis berusaha keras untuk membunuh ilmuwan nuklir Iran, namun kehadiran pasukan keamanan IRGC yang tepat waktu telah memggagalkan operasi teroris tersebut,” ungkap kolonel Ya’qoub Baqeri, wakil ketua petugas penghubung dari Korps Pasukan Penerbangan kepada fars news agency.

“Garda Revolusi terikat dengan tugasnya untuk melindungi nyawa ilmuwan-ilmuwan nuklir negara ini,” ungkap Baqeri.

Menurut sebuah laporan dari CBS News tahun lalu, pemerintahan Obama berusaha menekan Israel untuk menghentikan  pembunuhan  terhadap para ilmuwan nuklir Iran.

Israel sendiri tidak pernah mengakui telah melakukan pembunuhan tersebut, namun kenyataanya, lima ilmuwan telah tewas, sebagian besar dengan bom mobil. Laporan beberapa waktu lalu tersebut juga menyatakan bahwa pejabat Mossad menyimpulkan kampanye pembunuhan menjadi terlalu berbahaya bagi mata-matanya karena hal ini terjadi  di tengah upaya Washington untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran. (SFA/LM/Jerussalempost)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: