Fokus

Israel Jeblok Pasca Tren Boikot Anti-Israel

Salasynews.com – Koran Jerusalem Post dalam sebuah artikel menulis bahwa para pejabat politik Israel hingga kini masih dalam kondisi shock akibat eskalasi keputusan perusahaan-perusahaan perdagangan dan ekonomi internasional dalam memberlakukan sanksi serta memutus hubungan kerjasama dengan rezim Zionis.

Koran terbitan Israel ini menambahkan, Yitzhak Herzog, Ketua Partai Buruh yang merupakan tokoh utama kelompok oposisi penentang Netanyahu, dalam pernyataan terbarunya mengecam PM Israel dan menudingnya gagal dalam mengantisipasi sanksi anti-Israel.

Transformasi di Israel tidak menyisakan keraguan bahwa rezim ini semakin terkucil dan bergerak mendekati kehancurannya. Penurunan drastis ekspor, sanksi produk-produk Israel, anjloknya pendapatan dari sektor pariwisata, peningkatan pengangguran dan kemiskinan, difisit bujet dan tidak adanya bantuan dari pihak pendukung rezim Zionis, telah membuat perekonomian Israel yang rentan semakin rapuh.

Banyak perusahaan dari berbagai negara dunia, masing-masing mengumumkan sanksi terhadap produk dan perusahaan Israel. Dengan demikian radius sanksi terhadap Israel semakin meluas dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Barat di saat negara-negara mereka merupakan pendukung penuh Israel.

Di lain pihak, koran Yediot Aharonot dalam hal ini juga menulis bahwa pada April 2012, perusahaan korperasi jual-beli bahan pangan di Inggris menyatakan tidak akan mengimpor produk pertanian dari Palestina pendudukan dari perusahaan-perusahaan Israel.

Namun sanksi terhadap Israel tidak hanya terjadi pada produk-produk pertanian dan bahan pangan saja. Di sektor perbankan dan finansial, Bank Danske, bank terbesar Denmark, memboikot Hapoalim Group sebuah bank terbesar di Israel dengan alasan karena telah melanggar ketentuan internasional. Bank Nordea Norwegia juga menuntut transparansi aktivitas bank-bank Leumi dan Mizrahi-Tefahot yang beraktivitas di bidang pembangunan permukiman ilegal Zionis.

Menyusul sanksi-sanksi tersebut, banyak perusahaan properti dan keamanan rezim Zionis Israel yang mengalami kerugian besar. Pada tahun 2009, perusahaan pemerintah Dana Pensiun Norwegia menjual seluruh sahamnya dari perusahaan keamanan Israel Elbit karena keterlibatan perusahaan tersebut dalam pembangunan tembok pemisah rasis.

Di Inggris, perusahaan keamanan ternama G4S, membatalkan seluruh kontrak kerjasamanya dengan kabinet Israel, setelah mendapat tekanan hebat dari kelompok-kelompok sipil. Di lain pihak, Uni Eropa pada tahun 2013 telah menetapkan larangan dukungan finansial terhadap proyek-proyek pembangunan distrik yang sedang bergulir di Tepi Barat Sungai Jordan, Baitul Maqdis Timur dan Dataran Tinggi Golan.

Peningkatan tren sanksi terhadap Israel sedemikian mengkhawatirkan bagi para pejabat Tel Aviv, sehingga PM Benjamin Netanyahu beberapa hari lalu menilai tren sanksi tersebut mengancam eksistensi rezim Zionis. Ini adalah ancaman yang juga diakui banyak media massa Barat. [SFA] 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pemerintah Inggris Larang Intitusi Pemerintah Boikot Produk Israel | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: