Internasional

Israel Paksa Tahanan Palestina Hentikan Mogok Makan

TEL AVIV, Salafynews.com – Para pejabat Israel telah mengumumkan keputusan untuk memaksa makan para tahanan Palestina yang telah mogok makan selama hampir dua bulan.

Jamil al-Khatib mengatakan pada Sabtu (8/8/15) bahwa para pejabat Israel memerintahkan pengadilan untuk memaksa Mohammed Allaan untuk makan, yang telah ditahan tanpa tuduhan sejak November 2014.

“Saya telah diberitahu perintah ini tetapi ia tidak akan mau mengubah niatnya dan akan terus melanjutkan mogok makan”, kata Khatib, menambahkan bahwa aktivis itu telah menolak makanan selama 55 hari.

Menurut pengacara, Allaan ditempatkan dalam perawatan rumah sakit intensif ketika tubuhnya menunjukkan gejala kekurangan minum.
Israel_Berlakukan_Makan_Paksa_Kepada_Para_Tahanan_Yang_Mogok_Makan
Mohammed Allaan, seorang Palestina yang ditahan di penjara Israel tanpa tuduhan sejak November 2014.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu, Sami Abu Zuhri, juru bicara gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengatakan bahwa keputusan Israel untuk memaksa makan para tahanan Palestina adalah langkah berbahaya yang bisa membahayakan nyawa mereka. Dia juga memperingatkan kepada rezim Israel terhadap dampak dari tindakan tersebut.

Zuhri juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil tindakan penyelematan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel dan untuk memecah kebungkaman international terkait kejahatan Tel Aviv terhadap bangsa Palestina.

Komite Palang Merah Internasional memperingatkan pada hari Jumat bahwa Allaan berhadapan langsung dengan “resiko kematian.”

Para pejabat Palestina juga memperingatkan pada hari Sabtu lalu, bahwa prosedur pemaksaan makan tersebut akan membahayakan kehidupan para tahanan Palestina.

Tindakan pemaksaan makan ini akan menjadi kasus pertama sejak disetujui bulan lalu oleh parlemen Israel (Knesset).

Allaan ditahan di bawah kebijakan penahanan administratif, yang memungkinkan penjara tanpa batas dan tanpa tuduhan.

Tahanan Palestina di penjara-penjara Israel secara teratur melakukan mogok makan sebagai protes mereka terhadap kondisi penjara serta kebijakan penahanan administratif.

Undang-undangan yang disahkan pada tanggal 30 Juli, berusaha untuk mencegah para tahanan Palestina untuk melakukan mogok makan guna menekan rezim Israel.

Rezim Tel Aviv telah lama khawatir bahwa para pemogok makan Palestina di penjara-penjara Israel bisa berakhir dengan kematian dan memicu gelombang protes di wilayah yang didudukinya.

Lebih dari 7.000 warga Palestina dilaporkan ditahan di 17 penjara Israel dan pusat-pusat penahanan, banyak dari mereka tanpa tuduhan atau pengadilan, telah dijebloskan kedalam penjara. [PressTV/SFA]

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Jatuh Koma | Arrahmah News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: