Internasional

Israel Rampas Pertanian Warga Palestina untuk Perluasan Pemukiman Illegal

Salafynews.com, YERUSSALEM – Tentara Israel telah menyerbu 8 dumam (sekitar dua hektar) tanah pertanian di desa ‘Esawiyya, dan menghancurkan beberapa bangunan, serta menumbangkan sekitar 150 pohon zaitun di wilayah pendudukan Yerussalem timur pada Rabu pagi(10/6) kemarin.

Pusat Informasi Wadi Hilweh di Silwan (Silwanic) mengatakan bahwa tentara-tentara itu telah membuldoser 8,5 dumam tanah pertanian milik Almarhum Sabri Yahia Darwish dan menumbangkan lebih dari 150 pohon (zaitun, palm, peach, kaktus dan delima).

Muhammad Abu al Hummus dari komite tindak lanjut di desa al-Esawiyya mengatakan bahwa Israel juga telah menghancurkan bangunan seluas 60 meter persegi yang mencakup kamar mandi, dapur dan ruangan dalam rumah termasuk sumur dan dinding yang mengelilingi sumur.

Abu al-Hummus mengatakan bahwa tentara Israel bahkan tidak memberi peringatan kepada pemilik rumah untuk keluar ruangan agar bisa menyelamatkan diri sebelumnya.

Demo Warga PalestinaPenduduk Adnan Darwish mengatakan bahwa keluarga tersebut memiliki semua surat-surat resmi yang bahkan disetujui oleh pengadilan Israel, dan mengatakan penghancuran ini menyalahi hukum Israel dan bahkan hukum Internasional.

Hani al-Eesawy dari komite pembela pertanahan di kota al-Eesawiyya mengatakan bahwa serangan itu dikarenakan isu yang bergulir dari setahun lalu mengenai pembangunan taman Talmud (Talmudic Garden) yang berlokasi diatas lebih dari 740 dumam (sekitar 184 hektar) tanah milik warga asli Palestina di desa wisata al-Eesawiyyah.

Ia mengatakan bahwa warga Palestina pemilik tanah-tanah tersebut terlibat dalam perselisihan panjang di pengadilan Israel semenjak Israel mengumumkan rencananya membangun “taman” tersebut di 2007.

Al-‘Eesawy juga mengatakan bahwa aksi penumbangan pohon dan penghancuran properti warga palestina menunjukkan niat asli Israel yang ingin menguasi tanah warga Palestina demi mencegah keberadaan warga Palestina di wilayah geografis disana.

Raed Abu Ryala dari komite tindak lanjut mengatakan bahwa penghancuran terjadi pada tanah pertanian yang terletak di wilayah yang ingin disita secara illegal oleh Israel guna pembangunan taman Talmud.

Ia menambahkan bahwa sebenarnya, pada bulan September 2014, konstruksi Perencanaan Wilayah dan Komite Israel sudah memutuskan bahwa pembangunan tidak bisa dimulai untuk proyek “Talmud Garden” di at-Tour dan al-‘Eesawiyya, tetapi konstruksi bisa dimulai di tempat-tempat lain di luar properti yang bersangkutan.

Warga Palestina yang kehilangan tanah mereka menuding bahwa Israel sengaja menyita tanah mereka demi rencana perluasan pemukiman E-1, dan ini merupakan penyitaan illegal terhadap sejumlah besar tanah warga Palestina demi melengkapi rantai pemukiman illegal di sekitar Yerussalen dan pencegahan keberadaan pemukiman warga Paletina di Yerussalem. (lm/imemc)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: