Internasional

Isu Sektarian, Takfirisme dan Wahabisme Ancaman Nyata Bagi Warga Najran

Selasa, 25 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, ARAB SAUDI – Kegagalan Saudi dalam menembus dua distrik di Yaman, Nuhum dan Serwah, serta banyaknya kritikan yang diarahkan pada aliansi yang menyokong para anggota al-Qaeda dan ISIS ke provinsi selatan Arab Saudi, mereka terpaksa menggunakan kelompok takfiri agar bisa mewujudkan ilusi dan menutupi kelemahan serta kegagalannya di Yaman, maka jatuhlah pilihan pada wilayah Najran, dimana baru-baru ini Saudi berhasil menaklukkan wilayah baru di tepi provinsi Sa’dah. (Baca: Pasukan Yaman Bombardir Sejumlah Situs Militer Penting Arab Saudi di Najran)

Skema Saudi meliputi masalah pertahanan kota dan daerah perbatasan, mengisi kekosongan wilayah yang ditinggalkan oleh pasukannya yang telah hancur dan menderita kerugian di wilayah perbatasan. Saudi ingin menghidupkan kembali kekuatan anggota kelompok takfiri al-Qaeda dan ISIS di tempat-tempat yang beberapa bulan lalu mereka dipukul mundur, seperti di daerah Kitaf yang berdekatan dengan Najran. Setidaknya, Saudi ingin menjadikan Najran sebagai markas terdepan untuk menyerang Yaman, sebagai benteng terbesar, dan sarang kejahatan untuk memproduksi bom dan mengatur aksi pembunuhan dan pembantaian di beberapa wilayah Yaman.

Motif isu sektarian yang disebarkan oleh Saudi jelas-jelas ambigu dan membingungkan, namun isu sektarian ini dijadikan Saudi dan pasukan agresi sebagai alasan berperang di selatan negaranya, dan mengambil alih wilayah tersebut sebelum isu ini menimbulkan kecurigaan. Motif seperti ini juga yang diterapkan di Najran yang memiliki berbagai lapisan masayarakat dan ideologi yang berbeda-beda, merupakan peluang besar untuk saling dibenturkan dengan isu sektarian, dan Wahabi pun memperluas isu ini ke segenap wilayah di Semenanjung Arab, dengan target utama adalah penduduk Najran. (Baca: Warga Suku Najran Siap Perangi Saudi)

Informasi yang diperoleh menegaskan bahwa rezim Saudi mampu selama beberapa tahun ini secara bertahap mengumpulkan ribuan anggota kelompok takfiri di Najran sebagai basis dan dasar untuk menggerakkan mereka. Hal ini tentu membangkitkan kemarahan dari pemuda-pemuda Najran dan suku-sukunya yang telah melihat kehadiran kelompok takfiri sebagai ancaman demografis, dan bahaya yang nyata yang sedang menghantui mereka.

Kelompok takfiri ini tidak bisa diterima di Najran, baik tindakannya ataupun motif-motif yang menjadi alasan mereka berperang. Dan dengan meningkatnya kemarahan di wilayah selatan sebagai akibat dari berita yang menyebutkan tentang meningkatnya jumlah korban tewas dan hilang dari barisan para penghasut di wilayah selatan, memaksa para pemimpin oposisi takfiri mengambil kekuasaan militer dengan mengeluarkan pernyataan untuk melepaskan tanggung jawabnya dari merekrut para pemuda dan mengantarkan mereka pada kematian yang tak terelakkan di Najran. Di waktu yang sama mereka mengungkapkan kepada kelompok yang lain untuk melaksanakan tugas yang sama di pasar budak untuk memperdagangkan pemuda di wilayah selatan dalam perang yang merugikan dan sia-sia. (SFA)

Sumber: mepanorama

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: