Amerika

Jajak Pendapat; Mayoritas Pemuda Arab Tolak Radikalisme agama

14 Januari 2016

WASHINGTON, SALAFYNEWS.COM – Institut Zogby yang berbasis di Washington, melakukan jajak pendapat antara bulan Oktober dan November 2015, yang terdiri dari lima ribu pemuda Arab antara usia 14 sampai 35 tahun. Jajak pendapat itu diambil dari Maroko, Mesir, Arab Saudi, UEA, Kuwait, Yordania, Bahrain serta Palestina.

Dilaporkan bahwa 80 persen dari mereka yang disurvei di Maroko, UEA dan Mesir berpendapat bahwa aksi organisasi ekstremis merupakan “distorsi terhadap ajaran Islam”. Sementara di Kuwait 45 persen, 57% di Arab Saudi, dan 61% di Yordania juga mengatakan hal yang senada.

Dalam menanggapi pertanyaan tentang apa alasan yang mendorong generasi muda bersedia bergabung dengan organisasi ekstrimis. Beberapa dari mereka menyebutkan, karena “pemerintahan yang korup dan menekan serta tidak representatif”, 69 persen berpendapat demikian di UAE, 50 persen di Maroko, 38 persen di Mesir, 37 persen di Yordania dan 36 persen di Arab Saudi.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Zogby diserahkan kepada “Tabah Foundation” yang berbasis di Abu Dhabi, pada Selasa malam di ibukota UEA. Kepala Institut James Zogby mengatakan bahwa para pemuda Arab berpendapat “bukan agama yang harus direformasi (…) melainkan wacana keagamaan”. [Sfa/AS/DW]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: