Editorial

Jangan Suntikkan Racun “JONRU” Wahabi Ke Islam Nusantaraku

Jangan Kamu Wahabikan Islam Nusantaraku, Jangan Kamu liberalkan Islam Nusantaraku, Jangan Kamu Kaburkan Islam Nusantaraku, Jangan Kamu Kebiri Islam Nusantaraku, Jangan kamu Jauhkan kami dari budaya Islam Nusantaraku, Jangan kamu hapus perjuangan para Wali dan Ulama Islam Nusantaraku, Kamu, kamu “WAHABI” adalah pe-MAKAR Islam Nusantaraku, Sana Pergi Jauh, Aku tidak Butuh Islam Wahabimu, Aku tidak butuh kendaraan kepalsuanmu…

Salafynews.com, NUSWANTARA – Cuplikan ceramah Kyai Said, “Islam Nusantara, merupakan Islam yang sudah menyatu dengan budaya, yang sudah melebur dengan tradisi. Dengan Islam, budaya menjadi ramah. Dengan budaya, Islam menjadi kuat”.

Ada yang menarik dan memanas tentang isu Islam Nusantara akhir-akhir ini, bahwa Islam Nusantara disuarakan oleh gerakan liberal yang dikomandoi oleh Ulil Abshor/JIL, dan JIL sekarang ganti haluan menjadi JIN (jaringan Islam Nusantara) sungguh sesuatu tak mendasar dan tidak logis sekali. Coba kita amati lagi Ulil itu lahir kapan ? Islam Nusantara ada jauh sebelum JIL hadir. Jauh sebelum Islam datang di Indonesia, masyarakat Nusantara telah memiliki kekayaan budaya dan tradisi. Oleh karena itu, WaliSongo menggunakan strategi lain dalam berdakwah. Pendekatan yang dilakukan adalah berperadaban dengan tradisi yang sudah ada. Sehingga Islam yang dibawa Wali Songo bisa menyatu dengan budaya.

islam-nusantara“Lalu bagaimana Wali Songo berdakwah, yakni berangsur-angsur (al-Tadrij). Islam disebarkan tanpa menyakiti siapapun. Tidak pernah mengancam, apalagi mengintimidasi. Jadi, sweeping itu nomor terakhir,” ujar Kyai Said.

Bahkan, lanjut Kiai Said, Wali Songo tetap menjaga hubungan baik dengan tetua adat. Para wali dalam dakwahnya untuk memperkecil perintah yang membebani, meminimalisir kewajiban (taqlilut-takaalif).

Jadi jangan pernah mengasosiasikan itu dengan Ulil atau JIL kecuali jika memang anda sengaja membuat kesesatan berpikir.

Dan anehnya yang menyatakan Islam Nusantara itu liberal hanya kaum-kaum papa agama seperti Wahabi, orang-orang PKS, dan orang-orang yang tak tahu diri, mereka mengatakan bahwa Islam Nusantara produk Liberal biar masyarakat tertanam dibenaknya dan tertancap di otaknya bahwa Islam Nusantara produk tidak Islami, produk kesesatan, produk barat, itu racun yang mereka suntikkan ke kepala kaum awam, tapi itu lah taktik mereka para pemangsa kesucian agama (Wahabi) yang ingin menjauhkan kita warga Islam “Nusantara” dari sejarah para pembawa Islam Nusantara seperti Walisongo, kita dijauhkan dari budaya Islam nenek Moyang kita seperti tahlilan, maulidan.

Dan Ketum PBNU Juga angkat suara bahwa para pendakwah masa kini menggunakan Islam Nusantara dalam rangka mempertahankan tradisi yang sudah ada. “Kenapa pakai Islam Nusantara? Karena kita ingin mempertahankan Islam Aswaja dan budaya yang sudah kita warisi dari nenek moyang kita,” tegasnya.

Kita umat Islam Indonesia akan di jauhkan dari identitasnya sebagai pemeluk Islam Nusantara, mereka (wahabi) mau memberikan identitas –Arabisasi- kepada kita, menurut mereka identitas itu pas buat umat Islam Nusantara, padahal identitas itu amat sangat tidak pas sekali buat kita orang timur, secara kebudayaan.

Untuk itu saya akan menjelaskan sedikit tentang siapa Wahabi dan Pencetusnya tulisan dari salah Satu Mufti Besar Mekkah yang menjelaskan tentang bahaya aliran Wahabi yang anti toleran ini :

“Pasal Fitnah kaum Wahhabiyyah. Dia -Muhammad ibn Abdil Wahhab- pada permulaannya adalah seorang penunut ilmu di wilayah Madinah. Ayahnya adalah salah seorang ahli ilmu, demikian pula saudaranya; Syekh Sulaiman ibn Abdil Wahhab. Ayahnya, yaitu Syekh Abdul Wahhab dan saudaranya Syekh Sulaiman, serta banyak dari guru-gurunya mempunyai firasat bahwa Muhammad ibn Abdil Wahhab ini akan membawa kesesatan. Hal ini karena mereka melihat dari banyak perkataan dan prilaku serta penyelewengan-penyelewengan Muhammad ibn Abdil Wahhab itu sendiri dalam banyak permasalahan agama. Mereka semua mengingatkan banyak orang untuk mewaspadainya dan menghindarinya. Di kemudian hari ternyata Allah menentukan apa yang telah menjadi firasat mereka pada diri Muhammad ibn Abdil Wahhab. Ia telah banyak membawa ajaran sesat hingga menyesatkan orang-orang yang bodoh. Ajaran-ajarannya tersebut banyak yang berseberangan dengan para ulama agama ini. bahkan dengan ajarannya itu ia telah mengkafirkan orang-orang Islam sendiri. Ia mengatakan bahwa ziarah ke makam Rasulullah, tawassul dengannya, atau tawassul dengan para nabi lainnya atau para wali Allah dan orang-orang, serta menziarahi kubur mereka untuk tujuan mencari berkah adalah perbuatan syirik. Menurutnya bahwa memanggil nama Nabi ketika bertawassul adalah perbuatan syirik. Demikian pula memanggil nabi-nabi lainnya, atau memanggil para wali Allah dan orang-orang saleh untuk tujuan tawassul dengan mereka adalah perbuatan syirik. Ia juga meyakini bahwa menyandarkan sesuatu kepada selain Allah, walaupun dengan cara majasi (metapor) adalah pekerjaan syirik, seperti bila seseorang berkata: “Obat ini memberikan manfaat kepadaku” atau “Wali Allah si fulan memberikan manfaat apabila bertawassul dengannya”. Dalam menyebarkan ajarannya ini, Muhammad ibn Abdil Wahhab mengambil beberapa dalil yang sama sekali tidak menguatkannya. Ia banyak memoles ungkapan-ungkapan seruannya dengan kata-kata yang menggiurkan dan muslihat hingga banyak diikuti oleh orang-orang awam. Dalam hal ini Muhammad ibn Abdil Wahhab telah menulis beberapa risalah untuk mengelabui orang-orang awam, hingga banyak dari orang-orang awam tersebut yang kemudian mengkafirkan orang-orang Islam dan para ahli tauhid. (al-Futûhat al-Islâmiyyah, j. 2, h. 66).

Tulisan di atas mungkin bisa jadi rujukan buat kita, kenapa mereka Wahhabiyah yang membenci Kebudayaan, nasionalisme, dan suka menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan ulama.

Islam itu universal, Islam yang ada pada diri kita masing-masing aja beda antara satu dengan yang lain jadi tidak ada masalah sama sekali tentang penamaan Islam Nusantara itu. Kenapa para pengikut wahabi dan orang PKS Seperti JONRU merasa terusik dengan penamaan Islam Nusantara? dan ada Ustad Felix Wahabi yang meremehkan dakwah para Walisongo dan Habaib. Ini bukti nyata kalau mereka ingin menghapuskan Nasionalisme, kebudayaan, dan adat istiadat suatu bangsa dengan menyuarakan slogan kembali ke Islam “Kaffah” versi mereka yang sangat penuh dengan fitnahan, cacian, permusuhan dan adu domba sektarian, inilah potret ISLAM “WAHABI” yang dianut oleh Pengikut Wahabi dan JONRU PKS.

JONRu

Kita sebagai warga Negara Indonesia Nusantara berterima kasih kepada Kyai Said Aqil yang dengan getol menjaga dan membentengi NU dan para pemuda nya dari WAHABI, bahkan beliau meminta kepada pemerintah, sudah berkali-kali saya minta kepada presiden yang lalu, sekarang pun akan kita sampaikan lagi, organisasi-orgtianisasi yang akan menggrogoti nasionalisme kita, negara kesatuan kita, harus segera larang. Sebab ini, walaupun tidak mengajarkan teroris tapi nanti, satu langkah lagi sudah jadi teroris. (SFA/MM/pondoktauhid)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sindiran Pedas Denny Siregar, PKS Menelan Ludah Sendiri | Arrahmah News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: