Headline News

Jejak Gembong ISIS Asia Tenggara ‘Bahrun Naim’ di Balik Aksi Teror Bom Gereja di Medan

Selasa, 06 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Dua pekan lalu, Ivan Armadi Hasugian alias IAH (18) diamankan kepolisian. Remaja yang baru lulus sekolah menengah atas itu digelandang polisi setelah mencoba melakukan aksi meledakkan diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/8), melukai seorang Pastur dan pelaku. (Baca: Bahrun Naim dan Teroris Batam Berkomunikasi via Media Sosial ‘Facebook’)

Beberapa saksi menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika Pastor Albert S. Pandingan hendak berkotbah di mimbar, namun tiba-tiba seorang laki-laki yang diduga berinisial IAH menghampiri pastor tersebut sambil membawa sebuah bom rakitan dalam tas dan sebilah pisau.

Johannes mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya si pembawa bom mengalami luka luka terkena ledakan sendiri, dan pastor yang terkena sabetan pisau di lengan kiri.

Brigjen. Pol. Viktor Simanjuntak dalam keterangan persnya mengatakan kurang lebih pukul 08.50 seorang laki-laki atas nama Ivan Armadi Hasugian membawa ransel masuk ke Gereja Katholik Santo Yosep Jl. Dr Mansyur Medan, saat itu pastor sedang berkotbah, kemudian ranselnya mengeluarkan ledakan yang tidak terlalu besar, karena tidak semua bomnya meledak. Pria pembawa bom itu, langsung melepaskan ranselnya lalu mengejar pastor dengan pisau terhunus, sempat melukai lengan kiri pastor, namun jamaat gereja segera menangkap pelaku. (Baca: Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katolik Medan Terinspirasi Teror di Perancis)

Beberapa jemaat gereja tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian yang menurunkan tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Brimob Polda Sumut).

Selain mengamankan pelaku teror, pihak kepolisian juga melakukan sterilisasi di gereja tersebut melalui tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brimob Polda Sumut.

Salah seorang jemaat gereja dalam Facebook Gereja Katolik St. Yoseph Dr. Marsur Medan, Hotlin Marbun, menuliskan komentar: “Gilak lah itu yang ledakin bom di gereja …Ntah apa maksud dan tujuannya itu…”

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, aksi Ivan tidak terkait dengan jaringan teroris manapun. Namun menurut Jenderal Tito, Ivan berhubungan langsung dengan Bahrun Naim, tokoh Islamic State Irak and Syria (ISIS) di Asia Tenggara. (Baca: ISIS Rekrut Anak-Anak Setelah Kehilangan Banyak Jihadis)

“Dia adalah tipologi self radicalization. Belum tergabung dengan network atau jaringan di indonesia. Namun dia memiliki kontak langsung dengan Bahrum Naim yang ada di Syiria,” kata Tito dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR, di Jakarta, Senin (5/9).

Tito menyebut operasi itu adalah ‘lone wolf’. Namun melakukan kontak langsung dengan Bahrun Naim.

“Ini pola ‘lone wolf’, Ivan merupakan ‘self radikalisation’ tidak terkait jaringan apapun namun punya kontak langsung dengan Bahrun Naim,” ujar dia.

Dia mengatakan, peristiwa bom di Medan itu merupakan fenomena baru dalam gerakan terorisme karena merekrut pelaku bom di bawah umur 18 tahun. Kemudian diajari merakit bom dan melakukan operasi sendiri. (Baca: Teroris ISIS Rekrut Anak-anak untuk Ciptakan Monster Baru yang Sadis dan Ganas)

Dugaan kuat Ivan tidak beraksi sendiri setelah salah satu jemaat menyaksikan dua orang yang mencurigakan kabur sesaat setelah pelaku gagal meledakkan bom pipa almunium rangka gorden tersebut. Hingga kini polisi masih mendalami informasi saksi tersebut. “Jadi IAH ditawari uang kalau mau saya (seseorang) kasih Rp 10 juta,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Agus Rianto di Jakarta, Senin (29/8).

Agus menuturkan IAH mau menerima uang, namun remaja itu belum mengetahui dana itu untuk keperluan apa. Saat ini, petugas kepolisian masih mendalami dan menyelidiki keterangan dari tersangka IAH terkait aksi teror terhadap pendeta Gereja Santo Yoseph tersebut. (Baca: Kepala BNPT: Pelaku Bom Solo dari Kelompok Bahrun Naim dan ISIS)

Usai bertemu, IAH merakit bom dengan cara menyambungkan korek api dengan kabel dan sekantong bubuk yang diberi orang tersebut. IAH merangkai benda tersebut sesuai arahan dari orang kenalannya itu dan pengetahuan melalui internet. Bahkan IAH sempat membuat dan mencoba meledakkan seperti ban pecah yang diketahui kakak tersangka di kosan. (SFA/BerbagaiMedia)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: