Eropa

Jenderal Rusia: Jika Suriah Darurat, Kekuatan Penuh Militer Kami Siap Siaga

21 Maret 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Sejumlah awak media, Kamis (17/02), berkunjung ke pangkalan militer Humaimam yang terletak di dekat pesisir kota Lattakia, untuk mengetahui alasan keputusan yang diambil Rusia yang menarik pasukan utamanya di Rusia dimana sebelumnya ditempatkan di Suriah dan apa sikap Rusia terkait permasalahan Suriah.

Kepala Pusat Koordinasi untuk rekonsiliasi di Suriah Jenderal Sergei Koralenko menjawab pertanyaan para wartawan dengan mengatakan bahwa ratusan warga telah datang dan menghubungi pangkalan militer Rusia di Humaimam yang ingin mengetahui kebenaran berita terkait dengan keputusan ini. (Baca: Putin: Jika Suriah Diganggu Lagi, dalam Hitungan Menit Kami Siap Kembali)

Koralenko mengatakan bahwa Rusia sangat memahami kekhawatiran warga Suriah dan bahwa keputusan pengurangan tidak bertujuan untuk menghentikan operasi militer, keputusan itu diambil setelah adanya koordinasi penuh dengan Presiden Bashar al-Assad, masih cukup banyak pesawat untuk memantau wilayah udara Suriah dan untuk memastikan berlangsungnya proses gencatan senjata, Rusia terus mendukung pasukan Suriah dalam perang melawan sejumlah kelompok teroris terutama dua kelompok teroris yaitu ISIS dan Jabhah Al-Nusrah, Rusia akan terus melancarkan serangan udara dengan menggunakan kekuatan yang sama seperti sebelumnya, sebagaimana Rusia masih menempatkan sekelompok tim yang akan memantau dari pangkalan militer angkatan laut yang terletak di pantai Tartus dan akan selalu memantau proses gencatan senjata dan melalui sistem milik Rusia yang dapat secara langsung menanggapi setiap pelanggaran.

Ketika ditanya terkait dukungan Rusia dalam masalah rekonsiliasi dan alasan penerimaan berbagai faksi oposisi, Koralenko menanggapi bahwa tidak ada solusi militer di Suriah melainkan yang ada hanyalah solusi politik, dan sementara itu rekonsiliasi adalah merupakan langkah yang sangat positif bahwa Rusia sedang mengupayakan untuk mengkonsolidasikannya, banyak dari pihak oposisi yang mengunjungi pangkalan militer di Humaimam dan menyampaikan bahwa mereka sangat lelah dengan perang dan kehancuran, mereka ingin perubahan secara damai dan menjaga Suriah tetap bersatu, mereka percaya bahwa Rusia serius dalam memerangi terorisme global, dan sudah dipersiapkan sejumlah langkah-langkah penting yang telah dilaksanakan melalui penandatanganan perjanjian gencatan senjata dengan beberapa walikota dari daerah penting di Damaskus, yaitu, (Al-Tal-Rahibah-Ghabagheb-Al-Dhamir-Zizun) selain itu terdapat kesepakatan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke beberapa daerah lain, dikutip dari Sputnik (19/03). (Baca: Hadiah Unik untuk Putin dari Tentara Rusia yang Telah Kembali dari Suriah)

Jenderal Koralenko menegaskan kepada para wartawan bahwa Rusia akan terus mendukung tentara Suriah dalam berbagai aspek baik dari sisi keuangan dan pelatihan serta penyediaan  amunisi dan senjata, selain itu juga memberikan dukungan dalam menjaga kelangsungan koordinasi dan perencanaan operasi tempur serta dukungan langsung  dalam memerangi dua kolompok teroris ISIS dan Jabhah Al-Nusrah, sebagaimana Rusia akan mengerahkan seluruh persenjataan lengkap militernya jika memang diperlukan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: