Eropa

Jerman Selidiki Dugaan Spionase Terbaru Yang Dilakukan NSA

BERLIN, Salafynews.com – Jerman meluncurkan penyelidikan kasus baru atas dugaan mata-mata yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional AS, laporan mengatakan. (Baca Whistle Blower, Amerika dan Israel Mata-Matai Semua Orang Di Dunia)

Probe telah diluncurkan oleh jaksa federal Jerman terhadap orang tak dikenal yang telah melakukan “kegiatan spionase,” berita Germen Majalah Der Spiegel melaporkan pada hari Sabtu (24/10).

Kasus ini berpusat pada virus mata-mata yang disebut ‘Regin’ yang diduga ditemukan pada komputer milik dari salah satu kepala departemen di kantor Kanselir Jerman Angela Merkel. Virus itu, ditemukan tahun lalu, memungkinkan pemantauan semua data yang ada pada komputer yang terinfeksi.

Seorang juru bicara kejaksaan federal yang mengatakan kepada AFP pada Sabtu bahwa, “Kami dapat mengkonfirmasi bahwa ada penyelidikan” tentang “perangkat lunak berbahaya” dengan nama Regin, tapi Jerman menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut. (Baca Peretas Asal Rusia Tembus Komputer Gedung Putih)

Menurut majalah itu, virus ini tidak diragukan lagi terkait dengan NSA atau bahkan Inggris, ungkap staf Komunikasi Markas Pemerintah (GCHQ).

Sebelumnya whistleblower Edward Snowden mengungkap kegiatan NSA yang memata-matai Merkel dengan menyadap ponselnya. (Baca AS Mata-Matai Kanselir Jerman)

PBB baru-baru ini juga merilis sebuah laporan penting untuk memberi perlindungan kepada orang-orang yang membocorkan informasi, dengan cara dibungkam dan diintimidasi.

“Sumber-sumber yang tak terhitung jumlahnya dari whistleblower di seluruh dunia mendapatkan diintimidasi oleh pejabat, rekan kerja, dan lain-lain, yang merampas infromasi penting dari data milik orang-orang penting ” kata Pelapor Khusus PBB pada promosi dan perlindungan hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi, David Kaye.

Sementara presetting laporan kepada Majelis Umum PBB, Kamis, David Kaye menekankan penderitaan whistleblower AS, terutama Snowden.

Mantan kontraktor NSA itu melarikan diri dari negaranya untuk menghindari tuduhan spionase. Pada bulan Agustus tahun 2013, Rusia memberikannya suaka. (SFA/Spiegel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: