Internasional

Jihad Islam Tolak Tuduhan Tembakan Roket ke Israel

SURIAH, Salafynews.com – Gerakan Jihad Islam Palestina telah menolak klaim Israel bahwa mereka menembakkan roket dari wilayah Suriah ke posisi rezim di dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Pada hari Jumat (21/8/15), Muhammad al-Hind, seorang pemimpin senior gerakan perlawanan, menolak tuduhan Israel bahwa Jihad Islam telah menggunakan wilayah Suriah untuk melancarkan serangan roket terhadap Tel Aviv, mengatakan gerakan menolak klaim tersebut.

Hind juga memperingatkan rezim Israel terhadap serangan kepada pejuang Jihad Islam, mengatakan bahwa “gerakan mengetahui bagaimana untuk melindungi anggotanya.”

Pernyataan itu datang sehari setelah pesawat tempur Tel Aviv membom daerah di provinsi barat daya Quneitra Suriah, sebagai balasan atas serangan roket yang diduga diluncurkan dari daratan Suriah ke utara Israel. Serangan itu telah menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya.

Dalam aksi kekerasan serupa sebelum Kamis tengah malam, sedikitnya lima warga sipil tewas ketika Israel melakukan serangan udara di Quneitra Suriah di dekat dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.Serangan_Israel

Dua serangan itu terjadi setelah militer Israel mengtakan dalam sebuah pernyataannya bahwa “empat roket yang diluncurkan dari Dataran Tinggi Golan Suriah, mendarat di Galilea,” daerah pegunungan di dekat perbatasan Lebanon dan Golan.

“Ini adalah aksi Jihad Islam … dan kami menganggap pemerintah Suriah bertanggung jawab atas penembakan dan akan menderita konsekuensi,” klaim pernyataan itu.

Sementara itu, Daoud Shihab, juru bicara Jihad Islam, mengatakan rezim Israel berusaha untuk membuka jalan untuk melakukan agresi baru dengan menuduh Damaskus dan gerakan perlawanan Palestina.

Tel Aviv sedang berusaha untuk membenarkan gerak agresifnya di wilayah ini, ujarnya.

Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina juga mengutuk serangan udara Israel terhadap Suriah, menyerukan masyarakat internasional harus mengambil tindakan tegas terhadap gerakan provokatif rezim Tel Aviv.

Israel harus bertanggung jawab atas kejahatan kepada masyarakat dunia, pernyataan itu menekankan.

Pemerintah Suriah mengatakan Tel Aviv, Barat dan sekutu regional membantu kelompok teroris Takfiri yang beroperasi di Suriah.

Rezim Israel telah mengambil keuntungan dari krisis yang sedang berlangsung di Suriah dengan meluncurkan beberapa tembakan artileri dan serangan udara terhadap negara Arab ini dalam beberapa tahun terakhir.

Konflik asing yang disponsori di Suriah, berkobar sejak Maret 2011 ini, dilaporkan telah menewaskan lebih dari 240.000 jiwa hingga sekarang. [SFA/Ptv]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: